SalibtCC mempersembahkan:

RENUNGAN

Yosua 1:8
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini,
tetapi renungkanlah itu siang dan malam,
supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya,
sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.


kembali ke menu utama



Berikut adalah judul-judul yang terdapat dalam rubrik Renungan ini:


Makna Terang Natal


Salah satu hal berkenaan dengan Natal adalah banyaknya lampu-lampu yang akan Anda lihat menghiasi pusat keramaian kota. Seolah-olah Natal akan menerangi seluruh dunia.

Namun ada hal yang menarik tepat tiga hari sebelum malam natal, yaitu tepat pada tanggal 21 Desember adalah hari dengan siang terpendek di belahan bumi utara. Menarik sekali bahwa Natal terjadi pada waktu tergelap di dunia, Dimana Tuhan mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menerangi seluruh dunia. Terang adalah sesuatu yang penting sepanjang Alkitab.

Bahkan sebenarnya dalam malam natal pertama, yaitu pada peristiwa kelahiran Yesus 2000 tahun yang lalu, para malaikat memberikan terang kemuliaan Tuhan kepada siapa mereka menampakkan dirinya. Para gembala melihat terang tersebut dan mereka pergi ke palungan untuk menyembah Raja segala raja yang baru lahir.

Orang-orang Majus melihat terang yang lain di langit. Mereka mengikuti terang tersebut dan mereka pergi ke Bethlehem, dengan petunjuk terang bintang tersebut. Jadi Anda bisa lihat bahwa Terang merupakan topik penting dalam Alkitab.

Yesus juga dengan jelas mengatakan dalam Yohanes 12:46 , “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan”

Prinsip-prinsip yang ada di dalam dunia nyata seringkali juga sama terjadi dalam perkara rohani. Mari kita mengingat kembali apa yang Anda pelajari di Sekolah Dasar tentang terang:

1. Terang lebih besar dari kegelapan
Waktu sinar matahari bersinar di pagi hari maka ruang tidur Anda juga menjadi terang. Anda pasti tidak pernah masuk kamar lalu menghidupkan saklar dan berkata, “Mari hidupkan kegelapan di sini!” Tidak! Terang mengusir kegelapan. Anda menyalakan lampu dan kegelapan harus pergi.

Tuhan adalah terang dan Dia lebih besar dari penguasa kegelapan. Saya tidak peduli apa yang setan coba lakukan dalam kehidupan Anda, Tetapi “Roh yang ada di dalam diri Anda lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia ini!”

2. Terang memberikan Visi
Anda belajar di sekolah bahwa tanpa terang Anda tidak mungkin bisa melihat. Kalau Anda masuk ruangan yang gelap, Anda bisa menabrak perabotan yang ada di situ, kalau di situ tidak ada terang. Dan waktu Tuhan masuk ke dalam kehidupan Anda, maka hal pertama yang Dia kerjakan adalah memberikan impian dan visi lewat Roh Kudus-Nya.

Dalam roh Anda, dalam pikiran Anda...ada sesuatu yang meneranginya. Anda mulai bisa melihat masa depan: Anda menjadi orang Kristen yang berhasil dan berkemenangan.

3. Terang memberikan Kehidupan
(Tanpa terang maka mustahil ada kehidupan di dunia ini.) Terang yang berasal dari matahari membuat bumi menjadi cukup hangat untuk didiami.
Sinar matahari membuat pepohonan bertumbuh, Tumbuhan bisa berbuah. Tumbuhan bisa menghasilkan oksigen. Makhluk hidup ini pada gilirannya menghasilkan minyak bumi, batu bara yang menjadi sumber energi kita.

Dengan cara yang sama, terang Tuhan memberi kita kehidupan. Dia dikenal sebagai “Roh Kehidupan”. Waktu Anda mendapatkan terang Tuhan di dalam kehidupan Anda, maka Anda mendapatkan kehidupan. Kekuatan dari Roh Kudus, energi dari Roh Kudus. Serta hidup berkelimpahan yang Yesus sediakan.

4. Terang berasal dari benda-benda yang menghasilkan Panas
Misalnya seperti matahari. Lilin yang sementara menyala, Bola lampu. Terang Tuhan juga menghangatkan kita karena Tuhan mengasihi kita dengan sungguh-sungguh, kasih yang hangat pada kita. Kasih Tuhan itu seperti Infra merah.

Anda tidak bisa melihat sinar infra merah, tetapi Anda bisa merasakan kehangatannya. Kita mungkin tidak bisa melihat Tuhan, tetapi kita bisa merasakan kehangatan kasih-Nya waktu hadirat-Nya membungkus kehidupan kita. Kasih-Nya menghangatkan kita dan membungkus kehidupan kita.

Sama seperti terang dihasilkan waktu batu api mengalami agitasi, waktu kita dibakar oleh kasih di dalam kehidupan kita maka kita akan mulai bersinar seperti bintang di langit!

5. Terang merambat dengan Cepat dan menembus Ruang hampa
Terang/Cahaya merambat lebih cepat dari suara. Contohnya waktu ada kilat, maka akan kelihatan kilatan cahaya dahulu baru beberapa detik kemudian terdengar suara guruhnya.
Terang/cahaya merambat dengan cepat. Dan semakin hampa, semakin hampa ruang yang ada maka kecepatannya akan makin tinggi.

Tuhan adalah terang, Waktu ada kekosongan dalam kehidupan Anda. Waktu ada masalah dalam kehidupan Anda. Waktu tangki cinta Anda kosong. Dan Anda bertanya-tanya, “Tuhan dimanakah Engkau?” Maka pada waktu itu Tuhan akan menghampiri Anda seperti kecepatan cahaya! Tuhan mengasihi Anda, dan Tuhan ingin dekat dengan Anda.

6. Terang terdiri dari Tujuh warna
Kita belajar di sekolah, kalau terang/cahaya jatuh di sebuah prisma, maka akan terdispersi menjadi tujuh warna yang indah.

Warna seperti pelangi, yang berbicara tentang covenant dari Tuhan. Waktu Anda melewati masa-masa yang sukar, mungkin seperti yang dialami beberapa Anda pada pagi ini..

Maka Tuhan seperti tujuh warna yang indah, memiliki tujuh nama perjanjian :
JEHOVA JIREH Tuhan yang menyediakan segala kebutuhanku.
JEHOVA RAPHA Tuhan adalah penyembuhku.
JEHOVA NISSI Tuhan panjiku, yang memberi kemenangan.
JEHOVA ROHI Tuhan gembalaku. Dia menuntunku ke padang yang berumput hijau.
JEHOVA SHAMMAH Tuhan yang senantiasa menyertaiku.
JEHOVA TSIDKAINOO Tuhan adalah kebenaranku.
JEHOVA M’KADESH Tuhan yang menyucikanku.

Dengan demikian kita telah sama-sama membuktikan keterkaitan yang erat antara makna Natal dengan fungsi Terang. Bagaimana? Maukah Anda menjadi terang itu sendiri di momen Natal ini, dan ingat seperti sepotong lirik dari lagu natal berjudul “Terang” yang diciptakan dan dinyanyikan oleh penyanyi Glenn Fredly, “Jadilah Terang...Jangan di tempat yang terang”

-Terangdunia-

Pengirim: Maria
Kamis, 28 December 2006 @ 8:23:39 AM


kembali ke daftar judul

Segalanya adalah Kasih Karunia Tuhan


Banyaklah yang telah KAU lakukan
ya Tuhan Allahku
Perbuatan yang ajaib dan maksudMU untuk kami.
Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan ENGKAU,
aku mau memberitakan dan mengatakannya,
tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

Pengirim: Merry
Selasa, 19 December 2006 @ 5:14:15 PM


kembali ke daftar judul

Tentara


Suster mengantar seorang tentara ke tempat tidur pasien. ”Anak bapak ada disini,” katanya kepada orang tua yang sudah sakit parah itu. Ia harus mengulanginya beberapa kali baru orang sakit itu akhirnya membuka matanya. Dalam kegelapan ruangan itu, ia melihat tentara yang berpakain seragam itu di sampingnya. Ia mengulurkan tangannya. Tentara mengambil tangannya yang lemas dan kurus-kering itu dan memegangnya dengan penuh hormat dan kasih. Kemudian suster membawa sebuah kursi supaya tentara itu bisa duduk di samping tempat tidur.

Sepanjang malam tentara muda itu duduk saja di sana sambil memegang tangan orang tua itu. Sekali-sekali ia membisikkan ke kupingnya beberapa kata dan ayat-ayat suci yang menguatkan hati. Orang tua itu tidak mengatakan apapun. Ia hanya memegang erat-erat tangan tentara.

Pada saat subuh, orang tua itu mengembuskan nafas penghabisan. Tentara itu melepaskan tangannya dan memberitahu suster. Ia menunggu sambil suster mengurus segala keperluan dalam kejadian seperti itu. Kemudian ia kembali dan mengungkapkan kata-kata turut berdukacita kepada tentara itu, tapi ia menyahut, ”Siapa orang itu?” Suster kaget, ”Loh dia ayah kamu,” jawabnya. ”Bukan,” kata tentara, ”aku belum pernah melihatnya!” ”Terus mengapa kamu tidak mengatakan apa-apa pada saat saya membawa kamu kepadanya?” ”Dari awal aku sudah tahu ada kesalahan, tapi aku juga tahu bahwa ia membutuhkan anaknya, dan sayangnya pada saat itu anaknya tidak ada. Saat aku menyadari bahwa ia terlalu sakit sehingga tidak bisa tahu lagi jika aku ini anaknya atau bukan, dan karena aku merasa ia membutuhkan aku, maka aku tetap tinggal saja bersamanya.”

Cinta yang sejati itu diukur bukan dari kebutuhan saya tetapi dari kebutuhan sesama.Dan itu pun tanpa perhitungan lagi. Bahkan berani memberi dan berbagi bukan dari kelimpahan melainkan dari kekurangan. Makanya Yesus memuji sikap seorang janda yang miskin itu, janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.

Lain kali ada seseorang yang membutuhkanmu... tinggallah disitu bersamanya. Kamu takkan menyesalinya. (P.Noel,SDB)

Pengirim: Maria
Selasa, 19 December 2006 @ 10:09:04 AM


kembali ke daftar judul

Mengenal Suara-Nya


(Baca : Matius 16:13-23)

Tuhan ingin kehendak-Nya menjadi pedoman utama bagi kita dalam membuat keputusan, bukan apa yang kita mau atau apa kata orang lain; bukan besar kecilnya kebutuhan, atau pengalaman kita. "Apa yang menjadi kehendak Tuhan" seharusnya menentukan apa yang kita perbuat dan katakan.

Untuk mengenal suara Tuhan, pertama-tama kita harus memusatkan diri pada apa yang Tuhan mau, bukan apa yang kita mau. Lalu tanyakan, apakah yang saya pertimbangkan ini sesuai dengan Firman Tuhan?
Contohnya kematian Yesus sudah dinubuatkan dalam Alkitab, tapi Petrus tidak menggubrisnya karena ia menginginkan Mesias yang duduk di takhta Daud (baca Mat 16:21-23),(Yesaya 9:7). Ia lupa bahwa Yesus juga seorang hamba yang menderita (Yesaya 53:3-9). Bila kita belajar Firman Tuhan, kita bisa menghindari kesalahan semacam ini.

Jika sebuah ide sudah sesuai dengan Firman Tuhan, maka kita kembali bertanya, Apakah hal ini bertentangan dengan nalar kita? Ironisnya jika jawabannya "ya" maka kemungkinan besar itulah suara Tuhan. Petrus mengalami kesulitan untuk menghubungkan kata disalib dan Mesias, tapi itulah Firman Tuhan.

Selanjutnya, kita menganalisa ide itu untuk melihat apakah hal itu butuh pengorbanan atau menantang iman kita atau tidak. Jika ide itu datang dari Tuhan maka jawabannya adalah ya. Agar dapat menerima perkataan Yesus, Petrus harus mengorbankan hubungan duniawinya dengan Yesus dan menerima realita kebangkitan- Nya.

Yang terakhir, ketika Tuhan memberikan petunjuk, maka keberanian pun dibutuhkan. Petrus sudah bisa melihat masalah yang akan muncul bila Yesus dibunuh.

Belajar mengenali suara Tuhan adalah suatu proses. Keselarasan dengan Firman-Nya adalah kuncinya, jadi pastikan Anda selalu membandingkan pesan yang masuk dengan Alkitab. Kemudian gunakan langkah-langkah berikutnya untuk menguji apakah suara yang Anda dengar itu memang dari Tuhan.

Tuhan Memberkati

Pengirim: Maria
Selasa, 7 November 2006 @ 11:39:24 AM


kembali ke daftar judul

KOMPAS KEHIDUPAN


Kompas adalah alat yang sangat berguna untuk menentukan arah, karena anak panahnya selalu menunjukkan arah utara - selatan. Dengan alat ini para petualang dapat mengetahui apakah perjalanan mereka ada di jalur yang benar ataukah tidak.

Dalam kekristenan, yang menjadi kompas adalah Alkitab sebagai Firman Allah yang senantiasa menunjuk dan mengarahkan kita agar selalu tertuju kepada Allah. Dengan mengikuti dan melakukan Firman Tuhan, kita akan tetap berjalan di dalam kebenaran.

Kita lihat Amsal 3:1-2
Langkah pertama
untuk menggunakan kompas rohani kita adalah dengan melihat dan membacanya. Membaca Firman Tuhan setiap hari akan menjaga setiap langkah kita agar tetap di jalur yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan, walau cuaca pencobaan sangat buruk.

Yang kedua, kebenaran FirmanNYA harus menjadi standar hidup kita dalam segala hal. Hingga kita menerima upahnya yaitu kasih dan penghargaan di hadapan Allah dan manusia (Amsal 3:3-4).

Dan yang ketiga adalah Kompas rohani mendorong kita untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, walau dalam situasi yang sulit. Dalam segala hal hendaklah kita berserah kepada Tuhan dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri (Amsal 3:5-6) "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah DIA dalam segala lakumu, maka IA akan meluruskan jalanmu."

Berkat terindah akan kita terima saat kita meletakkan percaya kita padaNYA.

Pengirim: Merry
Senin, 30 October 2006 @ 9:00:41 AM


kembali ke daftar judul

ANUGERAH


Anugerah sama dengan kasih karunia. (Roma 3; 23-24)

Kita penting mengerti arti dari Anugerah supaya kita dapat memahami, mengalami, dan menghargai anugerah itu dengan sungguh-sungguh, karena kita diselamatkan bukan karena perbuatan kita, namun kita harus mengerjakan keselamatan itu Dengan apa kita harus mengerjakan keselamatan itu? Tentunya dengan hidup dalam Firman Tuhan, dan menyadari selalu bahwa : Anugerah (Kasih Karunia) adalah :
1. Sesuatu yang tidak layak kita terima, tetapi diberikan kepada kita
secara cuma-cuma. Roma 3. 24, Efesus 2; 8-9 karena :
a. Semua orang telah berbuat dosa (Roma 3 ;10)
b. Semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah.

2. Sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh apapun
a. Tidak bisa digantikan dengan kelakuan, perbuatan, harta, uang,
popularitas. Contoh; Simon si Tukang sihir yang ingin membeli karunia
Allah. (Kis. 8.9)

3. Anugerah adalah suatu kuasa, yang dapat mengubah, memberdayakan dan memberi kekuatan kepada kita, sehingga kita dapat melakukan kehendak Allah dan terbebas dari cengkeraman dan ikatan dosa.

Bagaimana supaya kita menerima kasih karunia setiap saat? Hal ini sangat ditentukan oleh sikap hati kita, sebab Anugerah diberikan hanya kepada orang yang rendah hati yaitu hati yang remuk dan hancur (Yak 4.6, 1 Pet. 55.6)

Pengirim: Purnama
Jumat, 20 October 2006 @ 11:59:14 AM


kembali ke daftar judul

Menggengam Harapan


Seorang pengusaha di Chicago, Amerika Serikat, suatu hari mengalami musibah luar biasa. Gedung tempat usahanya terbakar, rata dengan tanah!. Keesokan paginya, pengusaha yang dikenal selalu optimis ini datang ke lokasi kebakaran. Ia menatap puing-puing bekas kebakaran tersebut. Bukannya bersedih hati, ia malah meletakkan sebuah meja ditengah-tengah reruntuhan itu. Di atas meja, ia menulis sesuatu:Segala-galanya hilang kecuali istri, anak dan harapan. Bisnis akan berjalan seperti sediakala mulai besok pagi!". Dan ia pun membangun kembali usahanya.

Orang yang memiliki harapan tinggi akan terus bekerja, berusaha, dan berjuang. Harapan akan membangkitkan semangat hidup seseorang sebab mereka memiliki sebuah keyakinan bahwa hari esok pasti lebih baik daripada hari ini jika mereka mau terus melangkah maju. Tuhan akan membuka jalan jika kita mau percaya dan berjuang.

Satu-satunya hal yang menghalangi seseorang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dalam hidup ini seringkali hanyalah kemauan untuk mencoba serta keyakinan bahwa hal itu mungkin. Harapan yang disertai dengan keyakinan akan menguatkan niat seseorang untuk mencoba hal-hal baru.

Bagaimana dengan kita? Hidup memang tidak selalu mudah. Terkadang suka menghampiri, terkadang duka yang datang bertamu. Selama kita masih memiliki harapan, kita pasti mampu bangkit kembali. Barangkali kita harus merenungkan kembali ucapan Santo Paulus seperti tertulis dalam Roma 12:12 : "Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!". Semoga kita senantiasa mampu menggengam harapan dalam hati kita masing-masing.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)

(Sumber : Paulus Winarto)

Pengirim: Eka
Kamis, 19 October 2006 @ 4:23:14 PM


kembali ke daftar judul

Setia dan Bertanggung jawab


Bacaan : Matius 25:14-30

" Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. ..."
(Matius 25:21)

Bacaan Alkitab ini menunjukkan kepada kita bahwa betapa perlunya kita menggunakan dan mengembangkan apa yang telah diberikan kepada kita dengan bertanggung jawab. Dalam cerita ini dikisahkan bahwa hamba yang diberi 5 talenta dan mengembangkan talenta tersebut menjadi 10 talenta. Hamba yang seorang lagi mendapat 2 talenta dan dikembangkan menjadi 4 talenta (ayat 20,22). Kedua hamba tersebut dapat menggunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk kepentingan tuannya sehingga keduanya itu mendapat penghargaan dari tuannya, sebab mereka telah melakukan apa yang menyenangkan hati tuannya.

Mereka dianggap setia meskipun tuannya tidak ada, mereka tetap bekerja dengan tanggung jawab sehingga kepada mereka dipercaya lagi tanggung jawab yang lebih besar. Lain halnya dengan hamba yang diberi 1 talenta itu, dia tidak dapat menggunakan dan mengembangkan talenta yang diberikan itu. Talenta yang diberikan kepadanya itu ditanam di dalam tanah. Hamba itu berpendapat, bahwa tidak ada gunanya mengusahakan laba yang hanya akan menguntungkan tuannya. Ia dihukum sebagai hamba yang jahat dan malas.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari perumpamaan ini adalah bahwa manusia diberi kesempatan rohani yang berbeda-beda menurut kemampuannya. Dan orang yang menggunakan kesempatan rohani itu dengan baik akan diberikan kesempatan yang lain yang sangat bermanfaat bagi kehidupan mendatang. Sebab apa yang diterima orang percaya itu di dalam Kerajaan Allah di masa akan datang tergantung dari bagaimana mereka mengelola karunia Allah tersebut disaat sekarang ini. Talenta menggambarkan semua kemampuan, dan kesempatan untuk melayani Allah ketika kita masih di bumi.

Sekarang bagaimana dengan kita, apakah kerinduan yang ada pada kita adalah menjadi hamba yang baik, setia dan bertanggung jawab? Ataukah kita ingin menjadi hamba yang jahat dan malas? Jadilah hamba yang baik ,setia dan bertanggung jawab, yang dapat mengembangkan setiap talenta yang diberikanNya.

Setialah dalam banyak perkara, karena perkara yang besar yang akan diberikan kepada kita dimulai dengan perkara yang kecil.

Sumber:(TD)

Pengirim: Maria
Senin, 9 October 2006 @ 10:54:51 AM


kembali ke daftar judul

Dia Menjamah Kita


Renungan ini diambil dari kitab Markus 7:31-37

Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian.

Memang sudah terlalu banyak keberisikan di sekitar kita. Kata "berisik" itu pun cukup menarik. Bunyinya saja sudah jelek. BERISIK. Coba sebutkan kata itu dengan suara cukup kencang dan kamu akan jadi pusing! Begitu banyak keberisikan di dalam hidup kita, namun bukan hanya keberisikan dalam arti bunyi. Ada juga keberisikan dalam arti gangguan, kecemasan dan kekhawatiran yang membuat kita takut, gelisah dan tidak ada kedamaian. Berisik, berisik, berisik... pusiiiing!

Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian.

Yesus memanggil kita dan memisahkan kita dari orang banyak, jauh dari keberisikan, hening di depan-Nya. Hening sebelum dan setelah Misa... di depan Sakramen Mahakudus... di rumah kita... pagi-pagi limabelas menit sebelum kita memulai kegiatan-kegiatan harian kita... atau sebelum kita istirahat malam... sendirian atau dengan keluarga kita... beberapa saat bersama dengan Tuhan agar Dia bisa menjamah kita.

Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu... dan berkata, "Terbukalah!"

Tuhan memanggil kita dan menjamah telinga kita supaya kita dapat mendengar. Mendengarkan bisikan-Nya dari Salib yang memberi kekuatan dan meneguhkan kita... mendengarkan Suara-Nya di dalam hati nurani kita... mendengarkan Sabda-Nya... mendengarkan nasihat-nasihat yang bijak dari orangtua kita... mendengarkan kerinduan dan kebutuhan anak-anak kita... mendengarkan keluhan dan kesusahan saudara-saudara kita.

Ia meraba lidah orang itu... dan berkata, "Terbukalah!"

Tuhan memanggil kita dan menjamah lidah kita supaya kita berani memberi kesaksian akan iman kita... Dia membutuhkan suara kita supaya mewartakan bahwa Dia sungguh telah bangkit... supaya suara kita menjadi saluran berkat dan kata-kata yang menguatkan sesama kita... supaya perkataan kita menjadi syukur dan pujian bagi Dia!

Yesus memisahkan kita dari orang banyak... Ia menjamah telinga dan lidah kita dan Ia berkata, Efata... lalu kita pun pergi mewartakan Kasih Tuhan!

Oleh: Pastor Noel, SDB

Pengirim: Peter
Senin, 18 September 2006 @ 3:04:16 PM


kembali ke daftar judul

Keberanian Untuk Percaya


Allah telah memberikan Roh Kudus untuk mengajar kita tentang kehendak-Nya (Yoh. 14.26). Tapi mengapa kita mengalami kesulitan dalam memahami rencana-Nya?
Ada beberapa alasan mengapa kita sering gagal memahami rencana-Nya dalam hidup kita, antara lain adalah :
1. Kita sering mengambil keputusan yang didasarkan pada emosi.
Pada saat kehidupan begitu menekan kita, kita cenderung menjauh dari sumber tekanan itu. Dan kita ingin segera menyingkirkan masalah itu dari kehidupan kita tanpa mencari kehendak-Nya. Lalu kita segera mengambil tindakan yang menurut kita benar dan berharap tindakan kita itu sesuai dengan kehendak Bapa. Namun ternyata keliru.

2. Kita maunya segera selesai
Kita sering membawa semua masalah kita kepada Allah tanpa menyelidiki apakah itu merupakan kehendak Bapa atau bukan. Kita ingin semua segera selesai tanpa melihat rencana Allah jangka panjang bagi kita.

3. Kita tidak sungguh-sungguh mencari kehendakNya.
Dalam menantikan jawaban Tuhan, kita sering memaksakan jawaban-Nya, sedangkan kita tidak menyediakan waktu dan keheningan untuk mendengar suara-Nya (Mazmur.46.11). Padahal semakin kita sering merenungkan Firman Tuhan, maka semakin mudahlah kita mengetahui kehendak-Nya. Dan semakin banyak kita menyediakan waktu untuk berdoa, maka semakin pekalah kita mendengar suara-Nya, karena kerinduan-Nya adalah menjawab setiap permohonan kita. Maukah kita menantikan-Nya?.

Pengirim: Purnama
Kamis, 7 September 2006 @ 4:40:48 PM


kembali ke daftar judul

Letakkan batu itu pada tempatnya


Ada dua pria menemui seorang pendeta karena menyadari akan dosa dan kesalahan mereka.
Pria 1 : Pak pendeta, hati saya gelisah bila ingat dosa yang telah saya buat.
Pendeta : Maukah anda menceritakan pada saya ?
Pria 1 : Pak, dosa saya sangat berat , saya suka judi, berzinah dan korupsi. Apakah Allah mau mengampuni saya ?
Pak Pendeta lalu bertanya pula pada pria yang kedua.
Pendeta : Kalau anda bagaimana ?
Pria 2 : Kalau dosa saya sih kecil-kecil saja pak, tapi lebih banyak ragamnya.
Pasti Allah mau mengampuni dosa-dosa saya yang kecil itu.

Pendeta itu lalu menyuruh mereka untuk mengambil batu sesuai dengan berat dan jumlah dosa mereka masing-masing. Setelah itu Pendeta itu berkata, "Kembalikanlah masing-masing batu itu ke tempat dimana kalian mendapatkannya."

Pria 1 mengembalikan tiga batu yang telah diambilnya. Namun pria ke 2 tidak juga beranjak karena ia lupa dimana saja ia dapatkan batu-batu kecil itu.

Kemudian pendeta itu berkata,"Kalau boleh saya mengumpamakan batu-batu itu adalah dosa. Jika seseorang melakukan dosa yang besar maka dosa itu seperti sebuah batu besar yang menghimpitnya. Tetapi kebanyakan orang menganggap dirinya hanya melakukan dosa-dosa kecil dan sering mengabaikan suara hati nurani yang memperingatkannya. Sehingga lama kelamaan, suara hati itu menjadi tumpul. Orang seperti itu akhirnya, tidak mampu mengingat dosa apa saja yang telah diperbuatnya.
Namun pada prinsipnya adalah sangat penting bagi kita untuk membenci dan menolak untuk melakukan semua jenis dosa.

Dari ilustrasi tersebut, ada hal yang dapat kita pahami, yaitu :

1. Setiap pelanggaran terhadap hukum Allah (Firman Allah) adalah dosa (1 Yohanes 3:4. Upah dari perbuatan dosa adalah maut. Tetapi kita patut bersyukur karena Allah tidak membiarkan kita di bawah kutuk dosa. Allah mengutus Yesus Kristus untuk menebus kita dari hukuman akibat keterikatan dosa. Namun tidak berarti kita bisa bebas berbuat dosa dan berpikir... oh pasti ada pengampunan. Hendaknya dalam hidup kita yang telah ditebus Kristus dan menjadi hamba Allah seharusnya membenci dan menjauhi dosa.

2. Allah menyediakan pengampunan bagi kita yang datang padaNYA dan mengakui dosa-dosa kita serta memohon pengampunan dariNYA, karena Allah itu setia dan adil (1 Yohanes 1:9). Ketika bilur darah Yesus menyucikan kita dari dosa, maka Allah tidak lagi mengingat akan dosa kita.
Karena itu marilah kita mewujudkan rasa syukur kita kepada Allah dengan hidup di dalam kekudusan.

# Langkah bijaksana setelah menerima pengampunan adalah menjaga hidup tetap dalam kekudusan #

Pengirim: Merry
Selasa, 5 September 2006 @ 2:11:47 PM


kembali ke daftar judul

My Heart


Adalah dua orang Biarawan yang sedang berjalan bersama di saat hujannya sangat deras. Jalan begitu becek dan dimana-mana ada genangan air. Mereka berjumpa dengan seorang gadis yang cantik dan berpakaian bagus sedang bingung karena tidak bisa menyeberangi bagian jalan yang sudah banjir.

"Mari disini nona," kata biarawan yang satu, "biar aku bantu."

Kemudian dia mengangkatnya dan menggendongnya sampai bisa menyeberangi banjir itu. Kedua Biarawan itu melanjutkan perjalanannya sampai ke Biara mereka.

Kemudian Biarawan yang lebih tua itu tidak bisa tahan lagi. "Seorang Biarawan tidak boleh dekat dengan wanita," katanya, "apalagi gadis cantik seperti yang tadi itu! Kita harus menjaga kesucian dan kemurnian kita. Tidakkah kau ingat bahwa kita sudah mengikrarkan kaul kemurnian? Mengapa kamu malakukannya tadi?"

"Saudaraku," jawab temannya, "aku sudah menurunkan gadis itu dari tadi, tapi kau masih menggendongnya sampai saat ini di dalam hatimu!"

Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat...!



Tidak ada "kecelakaan rohani" yang lebih parah daripada menyamakan keagamaan itu dengan ritual dan upacara luar.

Jangan-jangan kita ada pikiran bahwa orang yang baik itu adalah orang yang melakukan secara kebiasaan banyak perbuatan rohani. Ke gereja setiap minggu, membaca Kitab Suci, sering memberi sumbangan dan memiliki jadwal doa yang teratur bukanlah jaminan "orang yang baik."

Dengan semuanya itu, saya tetap bisa menjadi munafik! Sebab apabila di dalam hati saya masih ada musuh, dengki, dendam, kesombongan, maka segala ritual dan upacara luar di seluruh dunia pun tidak mungkin menutupi dan menghapuskan kemunafikan saya.

Pertanyaan yang merupakan paling dasar ialah, Bagaimanakah hati saya di depan Tuhan dan sesama?

Oleh: Pastor Noel,SDB
Website: www.st-yohanesbosco.org

Pengirim: Peter
Senin, 4 September 2006 @ 10:01:56 AM


kembali ke daftar judul

Memberi dari kekurangan


"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Anak ini mengajar kita tentang pemberian yang paling luhur. Sesungguhnya adalah tujuh tingkat pemberian.

1. Pemberian kepada orang miskin, tetapi tidak dengan tulus.
2. Pemberian dengan hati yang tulus, tetapi pelit maka kurang cukup.
3. Pemberian yang cukup banyak, tetapi hanya setelah diminta.
4. Pemberian tanpa harus diminta.
5. Pemberian tanpa mengetahui siapa yang akan menerima pemberian itu.
6. Pemberian tanpa si penerima pemberian itu mengetahui siapakah yang menolongnya.
7. Pemberian kepada orang miskin dengan membantunya keluar dari keadaannya itu, sehingga secara tak langsung memerangi kemiskinan.

Orang biasanya memberi dari kelimpahan atau kelebihan; anak ini memberi dari kekurangan! Ia sebenarnya tak punya apa-apa. Roti jelai yang dia bawa itu adalah roti yang paling murah dan tak disukai siapapun. Roti orang miskin. Dua ikan yang dia punya itu pasti bukanlah ikan segar yang jarang ada dan sangat mahal! Ikannya itu seperti sardin tapi kering dan hanya diasinkan supaya sedikit terasa. Lauk biasa orang miskin. Cuma itu yang dapat ia berikan, tetapi di dalam pemberiannya itu Yesus menemukan ”bahan” untuk mujizat! Seandainya ia tetap menyimpan saja lima roti dan dua ikannya itu untuk dirinya sendiri, niscaya tak ada mujizat untuk lima ribu lebih orang pada hari itu!

Yesus butuh apa saja yang dapat kita bawa kepada-Nya. Mungkin yang kita berikan itu sepertinya tidak berarti apa-apa, tapi Dia membutuhkannya. Mungkinkah dunia ini makin jarang menyaksikan mujizat-mujizat karena kita lebih memilih menyimpan dan menikmati sendiri ”lima roti dan dua ikan” kita daripada memberikannya? Kalau saja kita berani menyerahkan diri di atas altar persembahan-Nya, hanya Tuhanlah yang tahu apa yang dapat Ia lakukan bagi kita dan melalui kita! Barangkali pemberian kita yang hanya sedikit dan sangat sederhana itu membuat kita malu dan merasa minder, tapi itu bukanlah alasan untuk tidak memberikannya!
Yang tampak sedikit itu selalu berlimpah di tangan Tuhan. (P.Noel,SDB)

Sesaat bersama Firman Tuhan :
"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.(2Kor 12:9)

Sesaat bersama Tuhan :
"Ajar aku Tuhan untuk tidak melihat kelemahanku sebagai kekurangan yang ada padaku, sebab dalam kelemahanku inilah aku dapat melihat KUASA Allah yang luar biasa dapat bekerja !!! dan aku bermegah di dalam Engkau dengan hati yang bersukacita selalu "

Pengirim: Maria
Selasa, 29 August 2006 @ 1:09:55 PM


kembali ke daftar judul

Yang Tersobek


Konon, disebuah Negara Bagian Amerika Serikat hiduplah seorang ibu dan anaknya di dekat sebuah danau. Pada suatu hari di musim panas, sang anak yang masih kecil itu pergi berenang di danau itu. Berkali-kali sang ibu sudah memperingatkan agar hal itu tak dilakukan karena bahaya besar. Tetapi sang anak tetap saja nekad melakukannya. Secara sembunyi-sembunyi, dia keluar lewat pintu belakang, melepaskan sepatu, kaos kaki dan pakaiannya, kemudian terjun ke air danau itu. Dia berenang-renang, tenang, tanpa menyadari peringatan ibunya, terus menjauh dari tepian menuju ke tengah danau.

Bahaya yang dikhawatirkan sang ibu mulai mengintip. Seekor buaya besar pada waktu bersamaan berenang dari arah berlawanan menuju ke anak itu. Dan pada waktu itulah ibu sang anak membuang pandang dari jendela rumah, dan melihat mulut maut sang buaya menganga, menyongsong anaknya.

Ibu itu, terdorong ketakutan yang tak bertepi, menghambur keluar ke rumah sambil terus berteriak-teriak memperingatkan anaknya. Ia berbuat segala cara untuk meminta anaknya segera berbalik arah. Dan berhasil, sang anak sadar dan segera putar haluan berenang ketepian. Namun terlambat.....

Buaya itu menjangkau dengan moncongnya yang besar dan menyambar paha sang anak dan menancapkan giginya. Tetapi ibu itu tak kalah cepat. Ia berhasil menjangkau anaknya dari dermaga. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat mengerikan antara sang buaya dan si ibu namun beruntunglah si ibu itu. Pada saat bersamaan lewatlah seorang petani yang melihat kejadian yang mengerikan tersebut. Sehingga dengan cepat sang petani membantu si ibu tersebut.

Singkat kata, si anak tadi berhasil diselamatkan dan segera dibawa ke rumah sakit. Setelah berminggu-minggu anak tersebut berhasil disembuhkan. Biarpun demikian, ada bekas luka di paha dan tangannya.

setelah lewat masa-masa traumanya, seorang wartawan surat kabar datang mewancarai anak laki-laki itu. Ia meminta anak itu menunjukkan bekas luka-luka dipahanya. Namun di luar dugaan sang wartawan, sang anak dengan bangga justru memamerkan bekas cakaran dilengannya. "Inilah bekas luka-luka dari peristiwa yang sama. Ini tonggak perjuangan pantang menyerah ibuku, yang tak hendak melepaskan daku dari maut yang mengerikan itu..."

Hampir bisa dipastikan, kita semua pernah mengalami "hati terluka" dan bilur-bilurnya masih membekas. Tak semuanya nampak dari luar, tetapi di dalam banyak guratan bekas-bekas luka. Dalam kondisi hati terluka, tak terlampau sulit bagi kita untuk secepat-cepatnya menuding oknum "buaya" yang patut dipersalahkan, telah mencabik-cabik dan menggerogoti kemulusan dan kenyamanan hidup pribadi. Tetapi bukankah "terluka" dan tercabik" itu adalah resiko keputusan untuk "berenang" dalam danau kehidupan ?

Malah, melampaui semua pengalaman "terluka-tercabik" dalam hidup ini, kita patut bersyukur bahwa ada Seseorang, yang telah terlebih dahulu terluka dan tercabik. Kaki, tangan tersobek dan lambung menganga telah menjadi saksi tarik menarik antara seorang Bapa yang maha kasih, yang tak menghendaki anak-anakNya tertelan moncong maut si jahat yang mau membinasakan. Dan Allah Bapa berhasil..., tetapi dengan harga mahal. Luka dan nyawa Putera Tunggal-Nya, Yesus Kristus adalah tonggak perjuangan pantang menyerah Allah. Karena itu kita membaca dalam Kitab Suci, " Karena begitu besar kasih Allah aka dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3:16).

(Penulis : Joseph B. Pontoan)

Pengirim: Eka
Rabu, 23 August 2006 @ 2:12:10 PM


kembali ke daftar judul

Tuhan tahu yang Baik


"Perdengarkanlah kasih setiaMU kepadaku pada waktu pagi, sebab kepadaMUlah aku percaya. Beritahukanlah aku jalan yang harus aku tempuh, sebab kepadaMUlah kuangkat jiwaku. Ajarlah aku melakukan kehendakMU, sebab ENGKAUlah ALLAHku. Kiranya ROHMU yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata." (Mazmur 143:8,10)

Dalam Mazmur 143:1-12, kita dapat membaca tentang pengakuan Raja Daud, yang menunjukkan bagaimana ia memohonkan suatu hal yang bijaksana. Walaupun Daud seorang raja, namun ia sangat menyadari bahwa tanpa Allah, ia bukanlah apa-apa. Dan tak ada manusia di muka bumi ini tahu akan hal-hal di masa datang, kecuali Allah sendiri. Karenanya, Daud minta pada Tuhan untuk selalu menuntun dan menunjukkan jalan kepadanya. Daud yakin bahwa hanya dengan tuntunan Roh Allah saja, ia akan menempuh jalan yang benar.

Setiap kita sebagai orang percaya, hendaknya mempunyai sikap seperti Daud yang selalu menuruti jalan yang Allah tentukan dan bukan berjalan dengan kehendak diri sendiri. Biasanya, kita menilai dengan logika dan akal pikiran kita bahkan tak jarang melibatkan perasaan kita dan merasa bahwa jalan kita lebih baik, lebih masuk akal dan lebih menguntungkan daripada apa yang Allah inginkan. Padahal Firman Tuhan menyatakan, bahwa jalan Allah itu sempurna, lurus (kis 13:10), benar dan disertai kasih karunia (Mazmur 25:10) dan menjadi perlindungan bagi kita (Amsal 10:29). Kadang kita menyangka jalan kita lurus tetapi justru berkelok dan membawa pada kebinasaan (Amsal 14:12).

Seperti FirmanNYA berkata, "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Efesus 5:17) Dan kita dapat mengerti kehendak Tuhan bila kita memiliki pikiran Kristus dalam hidup kita (1 Korintus 2:16).

Pengirim: Merry
Selasa, 22 August 2006 @ 1:58:22 PM


kembali ke daftar judul

Panah


Sally, seorang gadis muda, mengemukakan pengalamannya di sebuah sekolah seminari... sebuah pelajaran dari Dr. Smith, yang terkenal dengan kerumitannya.

Suatu hari Sally masuk ke kelas dan segera menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyenangkan hari itu. Di dinding ada satu papan sasaran yang besar, di meja terletak banyak anak panah.

Dr. Smith meminta setiap murid untuk membuat gambar orang yang tidak mereka sukai atau orang yang telah melukai hati mereka;

Kemudian mereka akan diperbolehkan melempar anak panah pada gambar tersebut.

Seorang gadis, teman Sally, menggambar wajah gadis lain yang telah merebut pacarnya. Yang lain manggambar wajah adiknya. Sally menggambar wajah teman lamanya dengan sangat detail sampai dia tidak lupa menambahkan jerawatnya. Dia sangat puas setelah melihat semuanya lengkap.

Seluruh isi kelas kemudian berbaris dan mulai melemparkan anak panah, diiringi suara tawa riang. Beberapa di antara mereka melempar anak panah begitu kuatnya sampai merobek sasaran.

Sally menunggu gilirannya........ kemudian dia kecewa, karena waktu sudah habis, Dr. Smith meminta semua murid untuk duduk kembali di kursi masing-masing.

Sambil duduk, Sally memikirkan rasa kecewanya karena belum memiliki kesempatan untuk melempar.

Dr. Smith mulai melepas gambar-gambar sasaran dari dinding. Di balik sasaran terdapat gambar wajah Yesus......

Suasana kelas menjadi hening... semua murid menatap gambar Yesus yang telah hancur; Seluruh wajahNya berlubang dan sobek bahkan matanya tertembus.

Dr. Smith hanya berkata... "Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina, kamu melakukannya untukKu" (Matius 25:40)

Tidak ada lagi kata-kata, semua mata berkaca-kaca menatap wajah Yesus...


Pengirim: Maria
Rabu, 2 August 2006 @ 8:59:25 AM


kembali ke daftar judul

Otoritas Dalam Pekerjaan


Ada prinsip kebenaran tentang pekerjaan yang diajarkan firman Tuhan kepada kita. Sebagai pegawai atau karyawan Kristen, kita harus bekerja dengan prinsip :

1. Kita harus mentaati atasan kita dengan tulus ikhlas. (Kol. 3;22)
Janganlah kita mentaati atasan kita hanya ketika mereka mengawasi kita bekerja, tetapi hendaklah kita melakukannya dengan tulus ikhlas Karena kita ingin menghormati Tuhan yang memberikan pekerjaan kepada kita. Prinsip kebenaran ini bisa kita terapkan dalam tindakan kita setiap hari seperti :

a. Berusaha tidak terlambat ketika mulai masuk bekerja.
b. Bekerja sesuai prosedur yang berlaku.
c. Tidak melakukan korupsi, manipulasi data, anggaran keuangan dll, bahkan tidak korupsi waktu. Sebab tidak sedikit karyawan yang sering berbohong kepada atasannya, misalnya untuk mengajukan ijin tidak masuk kerja atau ijin pulang lebih cepat dengan alasan yang tidak benar. Bahkan tidak sedikit juga karyawan pada jam kerja tidak berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan selalu meninggalkan pekerjaaannya untuk lembur supaya mendapatkan uang lemburan. Hal ini juga merupakan tindakan korupsi.
d. Tidak mencari muka dengan atasan (mengambil keuntungan dari kedekatan kepada atasan), apalagi sampai membicarakan kelemahan karyawan lainnya kepada atasan untuk mencari keuntungan sendiri. Sungguh inipun sangat tidak baik.

2. Kita harus bekerja dengan sepenuh hati (Kol. 3.23-24)
Jenis pekerjaann apa saja yang dipercayakan kepada kita harus kita kerjakan dengan sepenuh hati. Jangan asal-asalan dalam bekerja, sebab setiap peluang yang Tuhan berikan kepada kita merupakan kesempatan kita dapat lebih produktif dan mempermuliakan-Nya. Hargai dan kerjakanlah dengan sepenuh hati seperti sedang melayani Tuhan.
Berikan kemampuanmu yang paling maksimal dan hasilkan karya yang terbaik yang bisa kita lakukan. Ingat apa yang telah dilakukan Yusuf di tanah Mesir. Secara logika tidak mungkin ia bisa berhasil dan mampu mencapai visi yang telah Tuhan nyatakan kepadanya. Tetapi karena Yusuf mentaati otoritas bekerja dengan sepenuh hati, maka Tuhan senantiasa melipatgandakan hasil pekerjaannya. Sehingga secara bertahap tapi pasti ia makin naik dan naik, bahkan sampai ia menjadi raja di negeri asing yaitu Mesir. Luar biasa bukan ?

3. Kita harus menghormati atasan kita. (1 Tim. 6. 1-2)
Siapapun yang menjadi atasan kita mereka patut dihormati. Kita tidak boleh meremehkan mereka meskipun secara pengalaman, ketrampilan dan pendidikan mereka dibawah kita. Mereka adalah pemegang otoritas di pekerjaan kita. Karena berkat Tuhan dialirkan kepada kita melalui atasan kita yang memimpin kita. Doakan dan hormatilah atasan kita. Selamat bekerja!.

"Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhan yang kalian layani, dan bukan hanya manusia. Ingatlah bahwa kalian akan menerima upah dari Tuhan"
Kol 3.23-24

Pengirim: Purnama
Selasa, 1 August 2006 @ 1:38:26 PM


kembali ke daftar judul

Pikirkan Segala Yang Baik


Seringkali kita berpikir, mengapa Tuhan mengijinkan penderitaan terjadi dalam hidup umatNya.Dimana-mana kita melihat penderitaan, entah itu bencana alam yang akhir-akhir ini menimpa Negara kita, disekitar kantor kita bahkan di dalam rumah kita sendiri. Saya sendiripun seringkali mengatakan mengapa kejadian ini harus aku alami ? Tidakkah ada yang lebih baik buat aku ? Seringkali pikiran-pikiran kotor selalu ada dalam otak saya. Namun apabila kita lihat lagi dan renungkan lagi bahwa tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang mengatakan kita kebal terhadap segala malapetaka dan bencana alam. Yang menjadi soal adalah bagaimana sikap kita menghadapi semuanya itu, apakah kita merasa kecil dan tidak berdaya, atau kita katakan bahwa bersama Yesus kita akan jadi pemenang. Firman Tuhan mengatakan : "Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang mengasihi kita.. " (Roma 8:31,37)

Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa umat Tuhan harus sanggup menghadapi segala bentuk penderitaan, krisis, kesusahan, tidak dengan kekuatan dan akal sendiri melainkan harus mengandalkan kuasa Yesus Kristus.

Memang kalau kita melihat persoalan hidup kita dengan pikiran negatif, maka sepertinya persoalan yang kita hadapi akan menelan kita. Sebaliknya jika pikiran kita positif, pikiran yang baik, maka kita akan berkata : Dengan Tuhan pasti kita akan menang!
Ingat : "...Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." ( Filipi 4:8 )

Pengirim: Eka
7/21/2006 3:11:13 PM


kembali ke daftar judul

Apa yang kita pertanggungjawabkan?


Setiap orang Kristen memiliki tanggung jawab. "Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab". (Ibrani 4:13)
Dari Firman Tuhan diatas kita dapat mengerti bahwa ada beberapa hal yang harus kita pertanggungjawabkan dihadapan Tuhan, yaitu :

1. Ucapan kita (Matius 12:36)
Ucapan yang positif/benar harus keluar dari mulut kita dalam bentuk pujian, mazmur, kata-kata iman, yang dapat membangun, menasehati dan membawa orang memuji Tuhan. (Yak. 3 9-10)
Jangan ada ucapan yang sia-sia, nggosip, ngomong jorok membicarakan kejelekan orang dll. (2 Tim 2:16)

2. Perbuatan kita (Kejadian 4:9-10)
Berbuatlah baik dalam kasih supaya kita tidak jatuh ke dalam dosa. Kita berbuat baik bukan supaya kita diselamatkan, tetapi sebagai bukti kita sudah diselamatkan oleh anugerah Allah melalui Yesus Kristus, dan kita tinggal mempercayai dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Karena itu jangan mengobarkan kebencian, iri hati dan dendam atau kejengkelan, rasa tidak senang, permusuhan, pertengkaran karena semua hal itu akan membawa kita masuk jerat si jahat dan kehilangan kasih. (1 Yoh 3:15).

3. Ketaatan kita (Yehezkiel 3:18)
Ketaatan kita kepada Firman Tuhan/perintah Tuhan harus secara menyeluruh, yaitu meliputi kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Sebab kita dibenarkan dihadapan Tuhan karena anugerahNya yang tak terhingga, yang menjadikan kita layak menerima hidup kekal dan dapat melayani Tuhan dengan keberadaan kita.

Waspadalah dan berjaga-jagalah senantiasa di setiap perjalanan hidup yang Tuhan percayakan kepada kita, supaya dapat mempertanggungjawabkan segala ucapan, perbuatan dan ketaatan kita di hadapan Tuhan. GBU

Pengirim: Purnama
7/19/2006 4:40:44 PM


kembali ke daftar judul

Berlayar dengan Yesus


Suatu ketika murid-murid Tuhan Yesus diperhadapkan dengan gelombang besar dalam suatu perjalanan menyeberang Danau Galilea. Peristiwa ini sungguh menakutkan. Hal itu nampak, karena murid-murid merasa ketakutan. Dalam bacaan Firman Tuhan, Markus 4:35-41, dikisahkan bahwa saat badai itu datang, Yesus tertidur di buritan perahu, dan seakan-akan tidak peduli dengan keadaan badai dan ketakutan yang melanda murid-muridNya saat itu.

Melalui peristiwa tersebut, kita mendapatkan pelajaran bahwa :

Mengiring Yesus bukanlah jaminan bebas dari gelombang pencobaan. Mengikut Yesus bukan berarti bebas dari tantangan dan pergumulan hidup. Danau Galilea adalah gambaran tentang kehidupan. Badai dan gelombang yang datang tiba-tiba menggambarkan bahwa berbagai persoalan dan masalah dalam hidup ini bisa datang kapan saja, tanpa diduga. Itulah upaya iblis yang selalu berusaha menghadang perjalanan hidup kita di dalam rencana Tuhan. Bahkan kepada murid-murid Yesus (orang-orang yang dekat Yesus) sekalipun, hal itu berlangsung.

Namun Yesus berpesan, agar kita senantiasa menjaga hati dan hidup kita, jangan takut dan selalu berhati-hati dalam segala persoalan. Satu janji Allah yang menjadi sumber kekuatan kita, yaitu bahwa di dalam segala keadaan, IA selalu menyertai kita, bahkan membawa kita menjadi lebih dari pemenang.

Tuhan bertanggung jawab atas keselamatan anak-anakNya. Bila Tuhan mengajak kita untuk berlayar mengarungi bahtera kehidupan bersamaNya, maka IA menjamin kehidupan kita. IA selalu ada di setiap saat bagi kita, untuk menuntun dan memberkati langkah kita sesuai dengan rancanganNya.

Bagian kita adalah meletakkan "percaya" padaNya. Artinya, "tidak takut dan tidak kuatir" walau dihadapkan pada goncangan dan tantangan hidup. Percaya artinya, yakin bahwa Tuhan sempurna dalam memberikan pertolonganNya bagi kita. Sehingga hati kita beroleh ketenangan.

Pengirim: Merry
7/19/2006 2:57:36 PM


kembali ke daftar judul

Tuhanlah Gembalaku


Mazmur Daud.
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
IA membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
IA membimbing aku ke air yang tenang ;
IA menyegarkan jiwaku.
IA menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNYA.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya, sebab ENGKAU besertaku;
gadaMU dan tongkatMU, itulah yang menghibur aku.
ENGKAU menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku ;
ENGKAU mengurapi kepalaku dengan minyak ;
pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku ;
dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

(MAZMUR 23)

(Dinyanyi'in ya).

Tiap langkahku diatur oleh Tuhan
Dan tangan kasihNya memimpinku
Di tengah g'lombang dunia menakutkan
Hatiku tetap tenang teduh

Tiap langkahku kutau Tuhan yang pimpin
Ke tempat tinggi ku dihantarNya
Hingga sekali nanti aku tiba
Di rumah Bapa Surga yang baka.



Buat sobat semua, God bless you all....
happy birthday ya, mbak Pur...God keep you.
Pengirim: Merry
7/18/2006 2:05:14 PM


kembali ke daftar judul

Nantikan Allah Bekerja


Ketika Yesus mengunjungi Yerusalem, Ia pergi ke kolam Betesda. Di kolam tersebut terdapat banyak orang sakit dengan berbagai macam penyakit. Dari waktu ke waktu malaikat Tuhan akan datang dan menggoncangkan air kolam tersebut. Dan orang pertama yang masuk ke dalam kolam tersebut pada saat itu, akan disembuhkan, apa pun penyakitnya.

Kita bayangkan sejenak keadaan pada waktu itu. Kolam Betesda dapat dibayangkan seperti rumah sakit atau rumah perawatan orang sakit. Kita tidak tahu berapa orang yang ada di sana pada saat itu, mungkin bisa mencapai 200 hingga 300 orang. Dapat kita bayangkan betapa penuh sesaknya tempat itu. Mereka semua menunggu seorang dokter yang dapat menyembuhkan segala penyakit. Mereka tidak tahu dengan pasti kapan dokter tersebut akan datang. Dokter tersebut bisa datang hari ini, minggu depan, bulan depan, atau mungkin tahun depan. Tapi mereka semua menunggu dengan sabar siang dan malam, walaupun mereka tahu hanya satu orang saja yang akan disembuhkan ketika sang dokter datang. Mereka mempunyai iman bahwa jika air bergoncang, mereka dapat disembuhkan.

Jika kita bandingkan dengan keadaan kita sekarang ini. Apakah kita mau menunggu? Bagaimana kita memperlakukan Allah saat ini dibandingkan pada zaman itu? Seberapa laparkah kita akan Allah? Hari-hari ini kita hidup dalam keteraturan dan seringkali tidak mau menunggu. Tetapi kadang kala Allah ingin agar kita menunggu. Allah berhak melakukan itu, karena kita ini ciptaan-Nya. Saat ini kita hidup dalam zaman anugerah, zaman yang penuh kemurahan. Kita dapat menghampiri Allah setiap saat, 24 jam. Namun seringkali kita menyia-nyiakannya atau menganggapnya enteng.

Lalu Yesus datang menghampiri seseorang yang telah 38 tahun sakit. Dan bertanya "Maukah engkau sembuh?" Mengapa Yesus bertanya demikian. Bukankah sudah sangat jelas bahwa orang tersebut ingin sembuh? Bila tidak, mengapa ia menunggu di kolam Betesda? Kita perlu datang dan mengaku kepada Yesus bahwa kita perlu Dia. Yesus ingin mendengar pengakuan kita.

Orang yang telah 38 tahun sakit menunggu dengan sabar di kolam Betesda. Ia menunggu lama tanpa kepastian. Semakin lama ia semakin tua dan semakin lemah, dengan demikian pengharapannya untuk sembuh juga semakin tipis. Tetapi ia tetap menunggu di sana, tidak menyerah. Dan dari sekian banyak orang sakit yang ada di kolam itu, Yesus datang menghampiri orang ini. Pasti ia telah berseru kepada Tuhan agar menyembuhkannya. Jikalau ada suatu hal yang telah kita doakan dalam waktu yang lama dan belum menerima jawaban, janganlah menyerah. Milikilah kesabaran dan iman seperti orang-orang sakit yang menunggu di kolam Betesda.

(oleh : Pastor Lawrence Lee)

Saudara/I ku dalam segala persoalan yang kita hadapi tetaplah percaya pada Kuasa & Kasih setia Tuhan !!

Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Mazmur27:14

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Roma 8:28

Pengirim: Maria
7/17/2006 12:44:30 PM


kembali ke daftar judul

Menciutkan Hati Iblis


"Berbagahgialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di surga, karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi." (Lukas 6:22-23).

Apakah anda ingin tahu bagaimana caranya menciutkan hati iblis? atau membuatnya bersedih? Ikutlah perintah firman Tuhan di atas (Lukas 6:23). Ketika penganiayaan datang, ketika sahabat dan keluarga mencemooh kita karena kita berdoa menumpangkan tangan atas orang sakit dan percaya adanya kesembuhan, dan ketika rekan-rekan sekerja menyebut kita seorang yang fanatik karena kita begitu mengasihi Yesus dan tidak takut mengakuiNya, maka bergembiralah! Teriakan dengan sukacita ... Haleluya bagi Yesus.

Sikap yang bergembira dan bersukacita membuat iblis kecil hati atau menciut hatinya. Iblis berharap penganiayaan dapat menyakiti kita dan menyebabkan iman kita layu lalu menghancurkan hidup kita. Bukan berarti kita merasa senang atas penganiayaan itu, tetapi kita dapat belajar untuk mengahdapi hal itu dengan memfokuskan perhatian kita pada upah yang Allah sediakan bagi kita kelak. Yesus mengatakan kita adalah "orang yang berbahagia.

Rasul Paulus tahu persis bagaimana melakukannya. Ia berpengalaman dalam hal itu. Di tengah penganiayaan yang dihadapinya dan permasalahan yang diodorkan iblis, ia tetap bersukacita dan memelihara pengharapannya pada Yesus. Malah ia berkata, bahwa semua yang dialaminya itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan yang akan diterimanya kelak.

Jika Paulus dapat tetap bersukacita pada saat dicambuk, dilempari batu, mengalami karam kapal, di dalam penjara, maka kita pun sanggup melakukannya karena kemurahan dan kekuatan yang Tuhan berikan. Dalam Kisah rasul 20:24, Paulus mengatakan, "tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberikan kesaksian tentang Injil Kasih karunia Allah.".

Marilah kita menyelesaikan pekerjaan kita dengan bersukacita. Pikirkanlah tentang pengharapan mulia yang ada di depan kita. Karena dengan pengharapan itu kita sanggup untuk tetap bersukacita dalam situasi apapun.
Pengirim: Merry
7/17/2006 12:37:49 PM


kembali ke daftar judul

Rahasia Kuasa Pengurapan


Ketenangan dan ketentraman dalam Kristus bukan berarti kita tidak pernah menghadapi masalah, tetapi ketenangan dan ketentraman akan terjadi apabila Allah beserta kita.

"Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya." Mazmur 20:7

Apabila Daud berkata "sekarang aku tahu", maka sebelumnya Daud tidak tahu.Tetapi Tuhan menunjukkan kepada Daud, bahwa Dia memberikan kemenangan bagi orang yang diurapi. Tidak akan ada ketentraman tanpa pengurapan, dan tidak ada orang yang dapat berkata "saya bisa bawa damai", kalau orang tersebut tidak diurapi oleh Tuhan.

Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah : "Mengapa Daud berkata sekarang aku tahu?". Jawabannya adalah karena Daud pernah mengalami kehidupan yang berbeda, yaitu dari kehidupan yang dahulu dengan kehidupan yang kemudian. Daud pernah mengalami kehidupan sebagai seorang gembala kambing domba dan tahu bagaimana pahit getirnya dalam mengalami pergumulan hidup. Tetapi setelah ia menerima pengalaman yang dahsyat dari Tuhan, maka ia berkata : "sekarang aku tahu".

Berapa banyak orang Kristen, sudah bertahun-tahun tidak mengalami damai sejahtera baik dalam melayani Tuhan maupun dalam rumah tangganya. Tetapi mereka berusaha menutupi apa yang sedang mereka alami,sehingga berapa banyak keluarga Kristen yang hidup dikelilingi oleh kemunafikan.

Berapa banyak orang Kristen beranggapan bahwa apabila banyak penderitaan, maka kita sedang melakukan kehendakNya, atau Tuhan merasa senang apabila kita sedang mengalami penderitaan. Itu SALAH. Bukankah Allah ada di tengah kita sebagai pahlawan yang memberikan kemenangan, sehingga kita senantiasa bersukacita; artinya : di saat bagaimanapun juga kita tetap bersukacita karena Tuhan tidak pernah gagal dalam menepati janji-janjiNya. Dan mengapa seringkali kita tidak tahu bahwa Allah senantiasa memberikan kemenangan?

Ada beberapa alasan mengapa kita tidak tahu bahwa Tuhan memberikan kemenangan :

1. Hidup dalam kesombongan

Alkitab berkata jelas, bahwa Allah melawan orang sombong. Dan firman Tuhan juga berkata "terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri". Oleh sebab itu Daud belajar untuk tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, dan ia berkata "Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku."

2. Hidup dalam dosa

Waktu kita hidup dalam dosa, maka kita tidak akan tahu kuasa Tuhan, sebab Alkitab berkata : "pikirannya dibutakan oleh ilah jaman". Dan firman Tuhan juga berkata : "tangan Tuhan bukan kurang panjang, dan telingaNya tidak kurang tajam; tetapi yang menjadi penghalang berkat itu turun adalah dosa dan pelanggaran kita". Kita tidak dapat melihat kemulian Allah turun atas kita karena kita masih hidup dalam dosa. Dosa tidak hanya berwujud berzinahan saja, tetapi iri hati, dengki dan dendam juga merupakan dosa. Karena berapa banyak orang Kristen, termasuk hamba Tuhan mempunyai iri hati antara yang satu dengan yang lainnya.

3. Tidak hidup dalam firman

Berapa banyak orang Kristen tidak hidup dalam firmanNya. Padahal Firman Tuhanlah yang membersihkan hati dan hidup kita, dan firman Tuhanlah yang memberikan kekuatan dan oleh karena firmanNya-lah kita hidup dari kemenangan lepas kemenangan. Sebab orang yang bergaul dengan Allah dan senantiasa mengandalkan Tuhan maka orang tersebut akan tetap tegap berdiri walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan rintangan. Pengurapan harus terjadi kepada setiap orang, bukan hanya pada hamba Tuhan saja, tetapi kepada setiap orang yang mengaku bahwa dirinya adalah milik Kristus.

Dan ciri-ciri orang yang diurapi Tuhan :

1. Seorang yang mau berubah

Mengapa kita tidak mengalami suasana kententraman? Intinya sederhana yaitu karena kita tidak mau berubah. Kita lihat contoh Daud, Musa dan Abraham adalah orang-orang yang diurapi, dan mereka pernah mengalami kegagalan, tetapi mereka mau berubah. Kita bukan sekedar mau api dari Tuhan, tetapi biarlah api Tuhan itu yang merubah hidup kita. Karena kalau kita hanya berubah secara luar saja maka kita disebut sebagai orang munafik. Selama ada kemunafikan maka pelipatgandaan tidak akan terjadi dalam kehidupan kita.

2. Seorang yang selalu memandang Tuhan

Mengapa kita tidak bisa masuk dalam ketentraman yang Allah sediakan; mengapa kita terus masuk di padang gurun dan tidak pernah masuk kebun buah-buahan? Karena kita tidak pernah memandang Tuhan. Oleh sebab itu kita belajar untuk senantiasa memandang Tuhan. Walaupun kita mendapat perlakuan tidak adil, kita difitnah ataupun dihina, maka percayalah bahwa Allah siap untuk memberkati kita, asalkan kita tetap memandang kepadaNya. Berapa banyak orang tidak dapat memandang Tuhan, karena mereka memandang jasa-jasa yang telah dilakukan. Tetapi perlu kita ingat bahwa kita bisa berbuat baik, semuanya itu oleh karena anugerah Allah. Orang yang memandang Tuhan akan mempunyai semangat, karena orang yang bersemangatlah akan mengalami mujizat. Orang yang memandang Tuhan, akan takut untuk berbuat dosa, dan orang yang memandang Tuhan hidupnya mendapatkan kekuatan dari Tuhan.

3. Seorang yang selalu menjaga hatinya bersih di hadapan Tuhan

Mujizat selalu berhubungan dengan hati, urapan selalu berhubungan dengan hati. Contohnya : ketika Samuel hendak mengurapi anak Isai. Samuel memandang siapa yang cocok diurapi untuk menjadi raja. Samuel beranggapan bahwa anaknya yang tinggi tegap yang cocok untuk menjadi raja, tetapi Tuhan mengingatkan bahwa manusia melihat apa yang ada di depan mata tetapi Tuhan melihat hati. Sehingga pada akhirnya, Daudlah yang diurapi menjadi raja karena hatinya bersih di hadapan Tuhan.

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati

I Samuel 16 : 7

Pdt. Gilbert Lumoindong

Pengirim: Maria
7/13/2006 2:51:58 PM


kembali ke daftar judul

Sumber Pengenalan Diri Sendiri


1. ALKITAB
Alkitab sebagai firman Tuhan ibarat cermin bagi kita. Setiap kali kita membacanya, setiap ayat memberikan petunjuk bagaimana seharusnya kita hidup. Alkitab sanggup menuntun kita kepada pengenalan tentang diri kita. Buktinya, Alkitab mencatat bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27)

2. DOA
Doa adalah komunikasi dengan Allah, artinya melalui doa kita dapat bercakap-cakap dengan Allah. Kebebasan berdoa kepada Allah sangat perlu dalam pengenalan kita terhadap diri kita yang sebenarnya dan membentuk kita untuk menjadi diri sendiri.

3. HATI NURANI
Hati nurani adalah pengetahuan moral yang ada di dalam jiwa kita. Fungsinya : membantu kita untuk membedakan apa yang salah dan apa yang benar. Jika hati nurani kita mengenal Alkitab dan dipimpin oleh Roh Kudus, maka hati nurani akan dapat menjadi penuntun yang baik dalam memberi pengetahuan tentang diri kita.

4. ROH KUDUS
Roh Kudus itu Mahatahu. Dia menegur kita bilamana kita mempunyai pengetahuan yang salah tentang diri kita. Roh Kudus menerangkan firman Tuhan, menolong kita berdoa, dan mengajar hati nurani kita. Roh Kudus menolong kita untuk membersihkan pikiran yang salah dan memberikan kebenaran yang kita perlu dengar dan katakan.

Pengirim: Purnama
7/12/2006 2:12:25 PM


kembali ke daftar judul

Masa Lalu Jangan Jadikan Batu Sandungan


Bukankah Ia ini anak tukang kayu?
Bukankah ibu-Nya bernama Maria
dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan
semuanya ada bersama kita?
Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
( Matius 13:55-57a )


Lalu mereka kecewa .....
Dan menolak Dia .....

Ya ....
Adakah kita .....
Juga lakukan hal yang sama ..... ?

Menilai orang ......
Lebih berdasar pada masa lalunya ...... ?
Lebih berdasar pada asal-usulnya ..... ?
Dengan sedikit mengabaikan keadaannya sekarang ..... ?

Kenapa ..... ?

Adakah itu karena ......
Masa lalu kita lebih bersinar dari masa lalunya ...... ?
Lebih benar dari masa lalunya ...... ?
Lebih bersih dari masa lalunnya ...... ?

Kenapa ...... ?

Adakah itu karena ........
Sekarang dia lebih bersinar dari kita ..... ?
Sekarang dia lebih benar dari kita ..... ?
Lebih bersih dari kita ..... ?

Mengapa.....
Dia kita tolak karena masa lalunya ......
Sedangkan kita banggakan masa lalu kita ..... ?

Adakah saat ini ......
Kita hidup di masa lalu ..... ?
Atau .....
Kita berjejak di masa sekarang ..... ?

Jadi ......
Manakah yang lebih kita lihat ..... ?

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel:
"Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati”

I Samuel 16 : 7

(sumber:TD)
Pengirim: Maria
7/11/2006 9:49:04 AM


kembali ke daftar judul

Dendam


Siapa dari kita yang tak pernah punya perasaan dendam karena disakiti oleh seseorang? Salah satu pengalaman yang paling biasa bagi tiap orang adalah dendam. Kata-kata yang kejam dan menyakitkan itu bisa duduk lama di dalam hati kita! Saya tahu itu dari orang-orang yang datang kepada saya dalam Sakramen atau konseling. Suatu luka perasaan karena perkataan atau sikap dari seorang anggota keluarga, mertua atau ipar misalnya, bisa saja menghantui seseorang, kadang-kadang bertahun-tahun!

Saya sangat berharap bahwa saya punya "obat instant" untuk masalah dendam. Jika seandainya ada, pasti saya akan pakai pertama-tama untuk diri sendiri! Pada suatu saat, di tengah-tengah Perayaan Misa Kudus, saya tiba-tiba ingat suatu luka perasaan dari seseorang beberapa tahun yang lalu. Saya meneruskan doa-doa, tetapi saya memikirkan terus orang itu yang telah menyakiti saya, apa yang seharusnya saya katakan pada saat itu, dan bagaimana seharusnya saya membalas!

Saya menyadari bahwa perasaan dendam sama sekali tidak pantas dengan apa yang saya sedang lakukan pada saat itu, bahwa saya hanya menyakiti diri sendiri, dan tentu saja si musuh rohani sedang menghasut saya! Jika saya sebutkan sakit hati apa itu sebenarnya, mungkin kamu akan menganggap saya terlalu sensitif, bahwa itu terjadi sudah lama dan bahwa saya seharusnya lupakan saja. Kamu benar – tetapi apakah kamu tidak pernah mengalami hal yang sama?

Saya ingin belajar dari cara Yesus menghadapi sikap kasar, kejam dan tidak sopan dari orang-orang yang seharusnya mendukung-Nya secara penuh karena se-kampung dan pasti kenal baik keluarga-Nya. Orang-orang Nazaret itu kecewa dan menolak Dia karena Dia hanyalah seorang tukang kayu. Dan itu pun pasti bukan tanpa kata-kata yang menghina serta mengejek! Pertama, Yesus menaruh peristiwa itu di dalam konteksnya, yakni memang secara sejarah dari dulu para nabi tidak pernah dihargai di tempat asalnya sendiri.

Sesungguhnya merendahkan atau meremehkan orang lain biasanya lebih mencerminkan sifat dan keadaan hati orang yang mencela daripada orang yang dicela. Namun demikian, tetap kata-katanya pasti menyakitkan bagi orang yang dicela.

Selain mencoba untuk memahami sikap teman-teman senegeri-Nya, Yesus juga mengalihkan fokus perhatian-Nya kepada orang-orang yang butuh pelayanan-Nya diluar Nazaret. Itulah yang seharusnya saya lakukan pada saat saya tiba-tiba ingat luka perasaan itu di tengah-tengah perayaan Misa. Ada di depan saya sejumlah umat yang membutuhkan perhatian saya dan terutama ada Hosti dan Anggur Suci yang patut saya berikan hormat dan perhatian penuh! Saat Yesus menyadari bahwa ada halangan di depan-Nya, Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi ke desa-desa lain.

Kita pernah disakiti dan kemungkinan besar akan disakiti lagi... berulang-kali! Dari pada menyimpan balas dendam, yang harus kita lakukan adalah meletakkan tiap luka perasaan dan sakit hati itu di kaki Yesus. Di saat Perayaan Ekaristi, kita bersama Yesus di Gunung Kalvari! Hanya di dalam-Nya ada pengampunan dan penyembuhan.

(P.Noel,SDB)
Pengirim: Peter
7/10/2006 9:02:12 AM


kembali ke daftar judul

Tidur Nyenyak


Ada orang-orang yang punya masalah tentang tidur. Saya punya masalah tentang bangun. Jika saya sudah tertidur, tidak ada gangguan, keberisikan atau ledakan apapun yang dapat membangunkan saya dengan mudah! (Tentu saja kecuali kalau saya telah merencanakan untuk bangun jam 2 pagi dan nonton bola!) Setengah serius dan setengah santai, saya sering katakan bahwa tidur nyenyak itu adalah tanda bahwa seorang telah menyerahkan dirinya secara penuh kepada Tuhan! Bahkan di dalam Mazmur 4 ayat 9 kita baca, "Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman." Kelihatannya Yesus juga suka tidur nyenyak... bahkan susah bangun! Bahwasanya Dia bisa tidur di tengah-tengah taufan yang sangat dahsyat dan ombak besar itu memperlihatkan bahwa Dia mempercayakan seluruh Diri-Nya kepada Bapa-Nya yang Mahapengasih.

Namun Yesus dalam keadaan tertidur itu juga menunjukkan kepercayaan-Nya pada kemampuan murid-murid-Nya untuk membawa perahu melewati badai. Pada suatu saat, saya diantar salah seorang Frater kami ke airport. Sepanjang perjalanan, dari saat naik mobil sampai ke tujuan, saya tidur terus... dengkur lagi! Sebelum berpisah, saya berkata kepada Frater, "Frat, thanks ya. Kamu pinter bawa mobil sehingga sepanjang jalan saya bisa tidur nyenyak." Dan Frater menjawab sambil tertawa, "Pastur mah di tengah-tengah perang pun bisa ketiduran!" Memang benar juga! Tapi bukankah duduk tenang dan bahkan tidur nyenyak di sepanjang perjalanan itu menunjukkan bahwa kita sungguh mengenal dan percaya pada dia yang membawa kendaraan?

Jadi di saat-saat kita tertimpa badai kehidupan dan sepertinya Tuhan itu "ketiduran," mungkin saja pada saat itu Dia ingin mengatakan kepada kita, "Hai anak-Ku, jangan kuatir, Aku ada disini! Ayo berjalan terus, pasti kamu bisa." Itulah saat dimana kita seharusnya tidak hanya percaya pada Tuhan tetapi juga percaya bahwa Dia percaya pada kita! Dengan demikian kita akan sanggup menghadapi segala badai kehidupan ini dengan hati yang damai dan tenang – bahkan sampai "tidur nyenyak" - karena yakin bahwa kita ada di dalam tangan Tuhan. Jangan sampai Dia harus menegur kita, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

(P.Noel,SDB)
7/3/2006 9:09:35 AM


kembali ke daftar judul

Telah Dibayar Lunas Dengan Segelas Besar Susu


Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya.
Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya,"berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?"

Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun".
"Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata Wanita itu menambahkan.

Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :" Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda."

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya.

Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.

Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.

Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan...
Wanita itu sembuh !!. Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.

Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut.
Ia membaca tulisan yang berbunyi..

"Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu.."
tertanda, DR Howard Kelly.

Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: "Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."


"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yohanes 6 : 13

Saudara-saudariku ingatlah betapa besar Kasih Bapa kepada kita, dan Ia telah membayar Lunas semua dosa dan pelanggaran kita dengan harga yang sangat mahal, yaitu dengan darahNya. Supaya kita selamat dan memperoleh Hidup yang kekal bersama-Nya selama-lamanya.

Darah dan bilur-bilur Yesus telah membayar lunas semua dosa dan sakit penyakit kita. Mari kita berikan segala kemuliaan, pujian dan hormat kita hanya kepada Kristus Yesus Juruselamat kita. Amin

Bless u all

(MF)
6/30/2006 11:23:15 AM


kembali ke daftar judul

Jawaban Tuhan


Seringkali kita menggerutu ketika sesuatu terjadi di dalam kehidupan
kita yang bertentangan dengan apa yang kita inginkan / rancangkan.
Tetapi, jika hal itu terjadi, maka satu hal yang harus kita pahami
bahwa
"Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan
bagi kita."
Oleh karena itu, bersyukurlah di dalam segala sesuatu (In
everything give thanks).

"Jawaban Tuhan"

Indah sekali .......

Jawaban Tuhan

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tidak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit dan mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai.Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar dan asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah pria itu kehilangan semua miliknya.Dia sedih dan marah pada Tuhan dan berseru: "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi-pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya."Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asap yang berasal dari pulau ini", jawab mereka.Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan tetap bekerja didalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, itu adalah "tanda asap" bagi kuasa Tuhan untuk bekerja. Ketika ada kejadian negatif terjadi dalam hidup ini, kita harus berkata pada diri kita sendiribahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.

Kamu berkata : Itu tidak mungkin.
Tuhan berkata : Tidak ada hal yang mustahil bagiKu. (Lukas 18:27)
Kamu berkata : aku terlalu capai.
Tuhan berkata : Aku akan memberikan kelegaan padamu. (Matius 11:28)
Kamu berkata : Tidak ada seorangpun yang mencintai aku.
Tuhan berkata : Aku mengasihimu. (Yohanes 3:16 ; Yohanes 13:34)
Kamu berkata : Aku tidak bisa meneruskan.
Tuhan berkata : Kasih karuniaKu cukup. (2 Korintus 12:9 ; Maz 91 : 15)
Kamu berkata : Aku tidak mengerti.
Tuhan berkata : Aku akan menuntun langkah-langkahmu. (Amsal 3:5-6)
Kamu berkata : Aku tidak bisa melakukannya.
Tuhan berkata : Kamu bisa melakukan semuanya. (Filipi 4:13)
Kamu berkata : Ini tidak berharga.
Tuhan berkata : Itu akan berharga. (Roma 8:28)
Kamu berkata : Aku tidak bisa memaafkanmu.
Tuhan berkata : Aku memaafkanmu. ( 1Yohanes 1:9 ; Roma 8:1)
Kamu berkata : Aku tidak bisa mengatasi.
Tuhan berkata : Aku akan menyediakan kebutuhanmu. (Filipi 4:19)
Kamu berkata : Aku takut.
Tuhan berkata : Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan. (II Tim 1:7)
Kamu berkata : Aku selalu kuatir dan frustasi.
Tuhan berkata : Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaku. (I Petrus 5:7)
Kamu berkata : Aku tidak mempunyai iman yang kuat.
Tuhan berkata : Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya. (Roma 12:3)
Kamu berkata : Aku tidak pandai.
Tuhan berkata : Aku memberikan padamu hikmat. (I Korintus 1:30)
Kamu berkata : Aku merasa sendirian.
Tuhan berkata : Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. (Ibrani 13:5)

Wartakanlah ini pada siapa saja yang membutuhkan, Saya percaya ada saat-saat dimana kita merasa "gubuk" kita terbakar.?

God bless u

6/27/2006 4:04:50 PM


kembali ke daftar judul

Sang Penyelamat dan Penebus


Seseorang yang baru belajar berenang menyangka bahwa tempat yang diterjuninya adalah dangkal. Ternyata ia salah sangka. Kolam itu begitu dalam, sampai ia tak bisa menjejakkan kakinya ke dasar kolam. Ia berteriak-teriak minta pertolongan karena akan tenggelam.
Datanglah orang pertama membawa buku teori berenang, melemparkannya kepada orang itu dan berkata, "Bacalah buku teori berenang ini dan kamu akan selamat!"
sementara itu, banyak orang lain yang hanya berteriak-teriak tapi tidak melakukan sesuatu. Ada juga yang merasa kasihan tapi tidak menolongnya.
Kemudian datanglah orang ketiga. Tanpa menghiraukan orang lain, ia langsung mencebur dan menyelam ke dasar kolam. Mengangkat orang yang hampir tenggelam itu dan membawanya ke pinggir kolam. Diangkatnya orang itu ke atas dan diberinya napas bantuan.selamatlah orang yang hampir saja mati tenggelam itu.
Siapakah di antara orang-orang tersebut yang patut disebut juru selamat ? Tentu saja orang yang ketiga.

Sama seperti itulah Tuhan Yesus Kristus yang telah turun ke dunia untuk menyelamatkan dan menebus orang yang berdosa. Ia menjadi sama seperti kita supaya kita dapat diangkatNya ( Kis 4:12 )

Kutipan dari 100 Cerita Bijak

6/23/2006 11:43:33 AM


kembali ke daftar judul

Jaminan Kemenangan Atas Iblis


Tidak sedikit yang sudah mengaku pengikut Kristus masih percaya kepada dukun, sihir dan kuasa-kuasa gelap. Bahkan banyak yang minta petunjuk kepada roh-roh tersebut. Tetapi kita sebagai orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, ada jaminan yang perlu kita ingat dan renungkan setiap hari supaya kita menang
atas kuasa iblis, yaitu :

1. Manusia diciptakan menurut Gambar dan Rupa Allah. (Kejadian 1 ; 26-27)
Iblis tidak diciptakan sebagai iblis tetapi iblis adalah malaikat yang jatuh.
Berarti derajat manusia lebih tinggi dari derajat iblis.
2. Kita diberi kuasa " meremukkan kepala" Iblis (kejadian 3.15)
Artinya Tuhan memberi kita kuasa untuk mematikan iblis (meremukkan kepala)
sebab apabila kepala sudah remuk niscaya bisa hidup lagi.
3. Roh yang ada pada kita lebih besar dari roh yang ada dalam dunia.(1Yoh 4.4)

Jadi kita tidak perlu takut atas kuasa iblis, setia bersekutu bersama Tuhan Yesus, yakini Firman Allah, pasti itu yang akan kita alami.
GBU.

6/22/2006 1:13:26 PM


kembali ke daftar judul

Apakah yang telah kamu tanam?


Tiga petani membajak sawah mereka dan menanaminya dengan benih.
Petani pertama menanam benih gandum. Petani kedua menanam benih
jagung. Dan petani ketiga menanam benih padi.

Benin-benih itu tumbuh, menjadi besar, berbuah, dan masak, siap
untuk dituai. Petani manakah yang menuai gandum? Yang menuai jagung?
Yang menuai padi?

Renungan singkat tentang menuai:
--------------------------------

1. Menurut kamu, apakah petani ketiga akan menuai gandum? Apakah
petani pertama akan menuai jagung? Mengapa tidak?

2. Apakah kita selalu menuai jenis tanaman sesuai dengan benih yang
kita tanam? Pernahkah kita menabur benih jagung tetapi menuai
gandum? Mengapa tidak?

3. Bila kita menabur hal-hal yang buruk dalam kehidupan kita, apakah
kita dapat menuai hal-hal yang baik daripadanya? Mengapa tidak?

Petani yang menanam benih gandum akan menuai gandum. Itulah yang
akan dituai oleh petani pertama.

Petani yang menanam benih jagung akan menuai jagung. Itulah yang
akan dituai oleh petani kedua.

Petani yang menanam benih padi akan menuai padi. Itulah yang akan
dituai oleh petani ketiga.

Anak perempuan atau anak laki-laki yang menanam hal-hal yang kotor
atau jahat di dalam pikirannya akan menuai perbuatan yang kotor dan
jahat juga. Tetapi anak perempuan atau anak laki-laki yang menanam
hal-hal yang dikehendaki Tuhan Yesus di dalam kehidupannya, akan
menuai perbuatan yang menyenangkan hati Tuhan Yesus. Yang manakah
yang ingin kamu tuai?

Renungan singkat tentang Tuhan Yesus dan kamu:
---------------------------------------------

1. Pikiran-pikiran yang bagaimanakah yang diinginkan Tuhan Yesus
agar tertanam di dalam hati dan pikiranmu? Pikiran-pikiran yang
bagaimanakah pula yang diinginkann-Nya agar tidak tertanam di
dalam hati dan pikiranmu?

2. Apakah yang ingin kamu minta kepada Tuhan Yesus agar Ia
menolongmu melakukannya?

Bacaan Alkitab:
---------------
Galatia 6:7-10

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.


Kebenaran Alkitab:
------------------
Orang akan menuai apa yang ditaburnya (Galatia 6:7).

Doa:
----
Ajarlah saya, ya Tuhan Yesus, menyimpan pikiran-pikiran yang baik
dan benar di dalam hati dan pikiran saya. Maka segala perkataan dan
perbuatan yang keluar dari hati dan pikiran saya akan menyenangkan
hati-Mu.
Amin.
6/21/2006 3:54:48 PM


kembali ke daftar judul

Membayar Harga


Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Matius 16: 24)

Suatu kali seorang ibu menggerutu setelah pulang dari mall untuk membeli roti yang konon dari Singapura asalnya dan tengah laris-larisnya diserbu pembeli. Sambil menyeka keringatnya dia mengomel: " Mosok hanya untuk makan sepotong roti harus ngantri... udah gitu mahal lagi".

Pada bagian lain ada juga seorang pengunjung kebaktian di sebuah gereja di Jakarta yang ngomel panjang-pendek, gara-gara Pendetanya berkhotbah lebih panjang daripada biasanya. Katanya: "Mosok sudah disediakan jam di depan balkon tetap saja khotbahnya lelet, udah gitu doanya panjang-panjang, apa nggak tahu kalau kebaktiannya cuma satu jam."

Keadaan ini sungguh ironis bukan? Untuk menikmati makanan lezat saja kita bersedia antri dan membayar mahal, namun jarang sekali orang Kristen yang mau bayar harga untuk mengikut Yesus.

Padahal menjadi pengikut Kristus tidaklah mudah, ada harga yang harus dibayar. Walau Kristus sudah membayar lunas dengan darah-Nya dikayu salib, kita dituntut untuk tidak berperilaku santai dihadapan Tuhan. Ada waktu yang mesti dikorbankan, ada harta yang kadang harus disisihkan untuk Tuhan, ada tenaga dan keringat yang harus diberikan, ada kualitas iman yang harus dikejar, barangkali juga ada perasaan kecewa yang harus ditanggung.

Contoh sederhana yang konkrit: sebagian dari pada kita rupanya jauh lebih senang memprioritaskan satu atau dua jam waktu kita untuk berbelanja di mall, atau menghabiskan waktu seharian untuk memancing, membaca buku, majalah, novel, untuk memperbaiki kendaraan, dsb. Namun kita enggan kehilangan waktu sedikit saja untuk beribadah di Kebaktian Minggu, mengikuti PA, Doa Malam dsb.

Oleh karena itu marilah kita menghayati nasihat Paulus kepada Jemaat di Efesus
"Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak menqenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia" (Efesus 4 :17).

Kalau untuk sepotong roti Anda bersedia berlelah-lelah mengantri, bersediakah Anda ikut dalam deretan pengikut Kristus yang setia, yang mau mengorbankan waktunya untuk Tuhan dan sesama?

(Tri.P)
6/14/2006 10:55:36 AM


kembali ke daftar judul

Kemenangan umat Tuhan


Dalam hidup ini kita sering bersungut-sungut karena berbagai macam persoalan hidup baik ditengah-tengah keluarga, pekerjaan dan lingkungan. Kadang kita merasa diperlakukan tidak adil, sama seperti umat Israel yang keluar dari tanah Mesir, dan sepanjang perjalanan selama 40 tahun mereka banyak hambatan dan tantangan, seperti pada waktu mau memasuki tanah Kanaan yang sebelumnya diintai dulu oleh 12 orang. Dan hasil dari intaian tersebut membuat mereka takut. Baca: Kejadian 14:1-9

Ada beberapa hal penting yang harus kita lakukan supaya kita berkemengan di dalam Tuhan antara lain :

  1. Berserah kepada Tuhan, artinya bukan pasrah berdiam diri, tetapi lakukan apa
    yang menjadi bagian kita, dengan iman "Jika Tuhan Berkenan" .... sebab apa
    yang kita butuhkan belum tentu berkenan kepada Tuhan.

  2. Jangan memberontak artinya kita harus Taat. Taat kepada Tuhan dibuktikan
    dengan kita taat kepada Pemerintah, taat kepada Orang Tua dan taat kepada
    Gembala Sidang Gereja.

  3. Jangan kuatir.

  4. Percaya akan penyertaan Tuhan senantiasa dalam perjalanan hidup.


6/12/2006 2:52:06 PM


kembali ke daftar judul

Bapa, Putera dan Roh Kudus... dan Saya


Di suatu kelas persiapan untuk penerimaan Sakramen Krisma, Suster pembimbing bertanya kepada para calon Krisma apa artinya Tritunggal Mahakudus. Seorang calon yang agak pemalu menjawab dengan suara yang agak kecil, "Suster, Tritunggal Mahakudus artinya di dalam satu Allah, ada Tiga Pribadi." Suster yang tidak menangkap dengan jelas apa yang dikatakan anak itu berkata, "Maaf ya, aku tidak mengerti kamu bicara apa..." Muridnya itu menjawab, "Iya memang suster, kita tidak akan pernah mengerti, sebab Tritunggal Mahakudus itu adalah MISTERI!"

Pernyataan itu dari si calon Krisma itu sungguh benar. Tritunggal Mahakudus, tiga Pribadi di dalam satu Allah, itu adalah Misteri terindah iman kita... sesuatu yang tidak akan pernah kita mengerti. Orang-orang Kristen yang pertama mengungkapkan Misteri ini dengan pernyataan: Bapa adalah Allah, Yesus Putera-Nya adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah, namun mereka bukanlah tiga allah melainkan Satu Allah.

Seorang pemuda bertanya kepada saya, "Pastur, jika Yesus itu Allah, bagaimana mungkin Dia bisa berdoa kepada Allah? Bukankah itu berarti bahwa Dia berbicara dengan Diri-Nya Sendiri?" Suatu pertanyaan yang agak lucu tapi sungguh cerdas, menurut saya. Namun sesungguhnya kita memang sama sekali tak bisa berdoa kecuali Allah Roh Kudus berdoa di dalam diri kita! Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Dialah yang memungkinkan kita untuk terlibat dalam suatu hubungan yang merupakan dasar dari segalanya, yaitu Allah Bapa yang mengasihi Putera-Nya dan Allah Putera yang taat kepada Bapa-Nya. Semuanya yang ada, termasuk saya dan kamu, berasal dari hubungan Cinta Kasih itu... Allah itu Kasih. Dan semuanya harus kembali kepada Kenyataan itu... atau mengalami kebinasaan kekal! Maka kita sampai ke dasar kenyataan yang paling dasar. St Paulus mengakhiri suratnya kepada jemaat di Korintus dengan sambutan yang bagi kita juga menggembirakan dan sekaligus meneguhkan: Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

(P.Noel,SDB)
6/12/2006 11:52:17 AM


kembali ke daftar judul

Jonathan Brown


Di kota Vanastorbil, tinggallah seorang yang sangat kaya bernama Jonathan Brown. Ia mempunyai banyak uang, tanah, rumah dan pabrik.

Suatu saat ia berkata: "Segala yang aku miliki, akan menjadi milik Tuhan saat aku meninggal dunia." Kemudian ia membuat surat wasiat yang terinci.

Untuk sebuah gereja kecil di dekat rumahnya, ia merencanakan untuk membangunkan sebuah bangunan besar lengkap dengan menara yang tinggi. Untuk gembalanya, sebuah rumah baru dengan kamar yang luas dan nyaman. Sebuah perpustakaan di desa akan mendapat bagian pula. Ia teringat untuk membantu sebuah sekolah di mana anak-anak muda belajar dan mendalami pengetahuannya. Anak sahabatnya dipersiapkan untuk dikirim ke sekolah misi. Semua biaya akan ditanggungnya.

Ketika gembalanya menyarankan agar tuan Brown memberikan sebagian hartanya lebih dahulu, ia menggumam: "Aku akan menjadi miskin bila aku berikan hartaku sebelum aku meninggal."

Sang setan yang mendengar gumaman tuan Brown, nyeletuk: "Ahem, saya tahu bahwa orang ini akan berumur panjang." Kemudian sang setan ini melalukan semua penyakit dari tuan Brown. Pada usia enampuluh tahun, ia masih sangat sehat dan kuat. Umur tujuhpuluh tahun, ia terlihat tidak pernah loyo. Ketika umur delapan
uluh, ia masih berjalan tegap bagaikan anak muda. Ketika usianya menginjak sembilanpuluh, keponakannya sempat berujar: "Kapankah dia akan mati?"

Akhirnya, meninggalah tuan Jonathan Brown ini pada usia seratusdua tahun. Semua kenalannya berkumpul dan pengacaranya membacakan surat wasiat. Tetapi tidak ada penerima waris yang ditemukan. Gereja kecil dekat rumahnya sudah tutup dan tidak terdengar lagi kebenaran diberitakan. Gembalanya sudah meninggal dalam kemiskinannya. Perpustakaan di desa sudah tidak ada lagi. Sekolah yang ingin dibantunya, sudah ditutup dengan meninggalkan banyak hutang. Sementara itu, anak yang akan dibiayai sekolahnya, tetap dalam kebodohannya, mempunyai tujuh orang anak dan duabelas cucu. Semuanya tidak lebih baik dari dirinya.

Kemudian, setiap kenalannya, mengambil sebagian hartanya. Pengacaranya bahkan lupa bahwa ia mendapatkan bayaran dua kali. Tidak ada sahabat. Tidak ada ratap tangis. Bahkan tidak ada seorang anak pun yang menunggu di sudut ruangan itu. Sementara itu, sang setan tersenyum dan berbalik mencari mangsa baru.


Saudaraku, biarlah kisah ini menjadi pelajaran buat kita semua. Apa yang ada pada kita hari ini adalah milik Tuhan. Apa yang bisa dilakukanlah hari ini, lakukanlah, karena mungkin besok sudah terlambat

Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. I Tim 6:7

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. I Tim 6:10


Bless u all,

TD/MF

6/9/2006 9:21:40 AM


kembali ke daftar judul

Lonceng Gereja


Sebuah gereja dibangun di suatu pulau, tiga kilometer jauhnya dari pantai.
Dalam gereja itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar, lonceng-lonceng yang kecil, semuanya dibuat oleh pengrajin-pengrajin terbaik di dunia. Setiap kali angin bertiup atau taufan menderu, semua lonceng gereja serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simponi. Hati setiap orang yang mendengarkannya terpesona.

Tetapi selama berabad-abad pulau itu tenggelam di dalam laut; demikian juga gereja bersama dengan lonceng-loncengNya. Menurut cerita turun-temurun lonceng-lonceng itu masih terus berbunyi. tanpa henti, dan dapat didengar oleh setiap orang yang mendengarkannya dengan penuh perhatian. Tergerak oleh cerita ini, seorang pemuda menempuh perjalanan sejauh beribu-ribu kilometer. Tekadnya telah bulat untuk mendengarkan bunyi lonceng-lonceng itu. Berhari-hari ia duduk di pantai, berhadapan dengan tempat di mana gereja itu pernah berdiri, dan mendengarkan - mendengarkan dengan penuh perhatian. Tetapi yang didengarnya hanyalah suara gelombang laut yang memecah di tepi pantai. Ia berusaha mati-matian untuk menyisihkan suara gelombang itu supaya dapat mendengar bunyi lonceng. Namun sia-sia. Suara laut rupanya memenuhi alam raya.

Ia bertahan sampai berminggu-minggu. Ketika semangatnya mengendor, ia mendengarkan orang tua-tua di kampung. Dengan terharu mereka menceritakan kisah seribu lonceng dan kisah tentang mereka yang telah mendengarnya. Dengan demikian ia semakin yakin bahwa kisah itu memang benar. Dan semangatnya berkobar lagi, apabila mendengar kata-kata mereka ... tetapi kemudian ia kecewa lagi, kalau usahanya selama berminggu-minggu ternyata tidak menghasilkan apa-apa.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri usahanya. Barangkali ia tidak ditakdirkan menjadi salah seorang yang beruntung dapat mendengar bunyi lonceng-lonceng gereja itu. Mungkin juga legenda itu hanya omong kosong saja. Lebih baik pulang saja dan mengakui kegagalan, demikian pikirnya. Pada hari terakhir ia duduk di pantai pada tempat yang paling disayanginya. Ia berpamitan kepada laut, langit, angin serta pohon-pohon kelapa. Ia berbaring di atas pasir, memandang langit, mendengarkan suara laut. Pada hari itu ia tidak berusaha menutup telinganya terhadap suara laut, melainkan menyerahkan dirinya sendiri kepadanya. Dan ia pun menemukan suara yang lembut dan menyegarkan di dalam gelora gelombang laut. Segera ia begitu tenggelam dalam suara itu, sehingga ia hampir tidak menyadari dirinya lagi. Begitu dalam keheningan yang ditimbulkan suara gelombang dalam hatinya.

Di dasar keheningan itu, ia mendengarnya! Dentang bunyi satu lonceng disambut oleh yang lain, oleh yang lain lagi dan oleh yang lain lagi ... dan akhirnya seribu lonceng dari gereja itu berdentangan dengan satu melodi yang agung berpadu. Dalam hatinya meluap rasa kagum dan gembira.



Jika engkau ingin mendengar lonceng-lonceng gereja, dengarkanlah suara laut.

Jika engkau ingin melihat Tuhan, pandanglah ciptaan dengan penuh perhatian. Jangan menolaknya, jangan memikirkannya. Pandanglah saja.

(ADM)
5/29/2006 2:54:56 PM


kembali ke daftar judul

Keajaiban yang Mengagumkan


Wahai, keajaiban yang mengagumkan:
Aku memotong kayu!
Aku menimba air dari sumur!


Bagi kebanyakan orang, tidak ada sesuatu yang mengagumkan dalam perbuatan sehari-hari seperti menimba air dari sumur atau memotong kayu. Sesudah penerangan budi sebetulnya tidak ada sesuatu pun yang berubah.

Segala sesuatu tetap sama. Hanya saja sejak saat itu hatimu penuh rasa kagum. Pohon masih tetap pohon. Orang-orang masih tetap sama seperti dulu, demikian juga engkau. Kehidupan berjalan terus, tiada bedanya. Mungkin kamu masih pemurung dan pemarah, penuh pertimbangan atau gegabah, sama seperti sebelumnya. Tetapi ada satu perbedaan besar: Sekarang semuanya itu kau lihat dengan mata yang berbeda. Engkau semakin terlepas dari semuanya. Dan hatimu penuh dengan rasa kagum.

Inilah inti dari kontemplasi: ada rasa kagum.

Kontemplasi berbeda dengan ekstase, karena ekstase membuat orang mengasingkan diri. Seorang kontemplatif yang telah mendapat penerangan budi tetap akan memotong kayu atau menimba air dari sumur. Kontemplasi berbeda dengan menikmati keindahan, karena menikmati keindahan (sebuah lukisan atau matahari terbenam) menimbulkan kepuasan estetis, sedangkan kontemplasi menimbulkan rasa kagum - entah apa yang dilihat, matahari terbenam atau sebongkah batu saja.

Inilah keistimewaan yang terdapat pada anak kecil. Sering ia merasa kagum. Maka selayaknya ia masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Catatan :
kontemplasi (Lat.): salah sebuah metode berdoa dengan mengamati penuh perhatian peristiwa atau obyek yang direnungkan
ekstase (Yun.) : keadaan terpesona, sehingga pada saat itu lupa segala-galanya
estetis (Yun.) : yang berkaitan dengan nilai keindahan


(ADM)
5/24/2006 11:01:44 AM


kembali ke daftar judul

Yesus Di Rumahmu


Ada seorang yang mengundang Tuhan untuk tinggal bersamanya di rumahnya yang besar. Pada saat Tuhan datang, orang ini memberikan kepada-Nya kamar yang paling bagus di rumah itu. "Yesus, kamar ini milik-Mu ya! Kau bisa tinggal disini sampai kapanpun dan Kau bebas melakukan apapun dengan kamar ini. Pokoknya kamar ini dan segala isinya adalah milik-Mu!"

Pada malam itu saat dia sudah istirahat terdengarlah suara ketokan yang amat keras di pintu utama. Dia keluar dari kamarnya dan pada saat membuka pintu, dia begitu kaget melihat iblis bersama dengan tiga setan yang lain! Mereka berusaha untuk masuk dan menyerangnya. Tetapi dia melawan mereka sampai akhirnya dia berhasil menutup pintu dan menguncinya. Capai dan lelah dia kembali ke kamarnya sambil berpikir, "Ya ampun, aku setengah mati berperang dengan setan-setan sedangkan Yesus tidur nyenyak di kamar yang paling bagus di rumahku! Ah ngga apa-apa, mungkin Dia memang ngga dengar..." Kemudian ia pun tertidur.

Hari kemudian pada tengah malam tiba-tiba ada bunyi yang begitu keras seperti mendobrak pintu utama! Dia segera keluar dari kamarnya dan ternyata di depan rumah sudah ada belasan setan-setan yang berusaha untuk masuk! Dengan sekuat tenaga dia melawan dan mengusir mahkluk-mahkluk kegelapan itu dan akhirnya setelah bergulat selama tiga jam lebih dia berhasil menutup pintu. Sekarang dia sungguh lelah habis! Ditambah lagi dengan rasa bingungnya karena sikap Tamunya yang cuek, "Mengapa Tuhan tidak mau menolong saya? Mengapa Dia membiarkan saya melawan setan-setan itu sendirian?" Karena capai tertidurlah ia di atas sofa yang ada di ruang tamu.

Pagi-pagi hari berikutnya dia datang kepada Yesus untuk membicarakan masalah yang terjadi pada dua malam terakhir itu. Setelah dia masuk ke kamar Yesus dia langsung berkata, "Yesus, aku sungguh tidak mengerti. Dua malam terakhir ini aku harus melawan setan-setan sendirian dan berusaha mengusir mereka dari rumah sedangkan Kau tidur saja disini. Bukankah aku telah memberikan kepada-Mu kamar yang paling bagus? Aku kira saat aku mengundang Kau tinggal bersamaku di rumah ini, pasti Kau akan selalu memperhatikan aku dan melindungi aku. Aku telah memberikan yang paling bagus kepada Kau. Apalagi yang harus kulakukan?"

"Hai anak-Ku," Yesus berkata sambil menatapnya dengan penuh kasih dan perhatian, "Aku sungguh mengasihimu. Aku melindungi semua yang kamu telah serahkan pada-Ku. Saat kamu mengundang Aku untuk tinggal bersamamu, kamu memang memberikan kamar yang paling bagus tetapi kamu juga menutupi pintu ke bagian-bagian lain rumahmu! Aku telah melindungi kamar ini dan tidak ada setan satupun yang dapat masuk kesini. Sungguh Aku telah menjadi Tuan kamar ini tetapi bukan Raja rumahmu." "Maafkan aku, Tuhan," dia berkata kepada Yesus. "Ambillah seluruh rumahku ini... ini adalah milik-Mu! Aku ingin supaya Engkau merajai seluruhnya!" Sambil berkata demikian, dia membuka pintu kamar lebar-lebar dan bersujud di hadapan Tuhan.

Tuhan menginginkan seluruh dirimu... bukan sebagian saja! Dia akan menerima apapun dan semuanya yang kamu serahkan pada-Nya, dan tidak lebih dari itu. Apakah kamu sungguh rela menyerahkan segalanya kepada-Nya? "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" tanya Yesus kepada Petrus dan kawan-kawannya. Siapakah Yesus bagimu? Seberapa besar bagian dari hatimu yang telah kamu serahkan kepada Tuhan? Mungkinkah kamu menyimpan sebagiannya daripada Tuhan? Kesediaan dan kerelaan kamu untuk menyerahkan segalanya kepada Yesus tergantung pada jawaban kamu pada pertanyaan-Nya itu. "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Jadikanlah Yesus Raja dan Tuhanmu dan biarkanlah Dia yang berperang melawan serangan ribuan setan demi kamu! Dia selalu menang.

(P.Noel, SDB)
5/17/2006 5:08:14 PM


kembali ke daftar judul

Alasan Untuk Hidup


"Berikan aku satu, ya satu saja, alasan kenapa aku harus terus hidup....." Rona wajahnya pucat. Dan kedua matanya sembab. Kupandang dia dengan hati yang ter-iris-iris.
"Berdoa, berdoa dan bermohonlah kepada Tuhan" Jawabku pelan.
Dia menghela nafas dan berkata: "Ah, sudahlah. Saya merasa bahwa Tuhan itu sudah tuli pada doa-doaku. Tuhan yang pernah bersabda: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan" toh tidak memberikan padaku apa yang kupinta.
Tuhan bahkan tak pernah membukakan pintu bagi diriku." Lalu dia berdiri dan meninggalkan aku sendirian. Kekecewaan telah menjadi beban hidupnya. Kekecewaan telah menyatu dengan hidupnya.

Memang, kadang kita kalah dalam menghadapi hidup ini. Bahkan kalah dengan pahit. Ada satu cerita yang dituturkan oleh Leo Tolstoy (pengarang Rusia, 1828-1920) yang berjudul Tuhan Tahu tetapi menunggu. Dituturkan tentang nasib seorang saudagar yang telah difitnah merampok dan membunuh hingga dia harus dibui untuk kesalahan yang tidak dilakukannya. Dia dijatuhi hukuman seumur hidup.
Pada akhir kisah, perampok yang sesungguhnya akhirnya mengakui perbuatannya tetapi toh tidak lagi berarti bagi saudagar itu karena akhir usianya telah tiba. Walau demikian, cerita tersebut masih tetap terasa berakhir bahagia.

Yesus sendiri bahkan harus menghadapi nasib yang lebih tragis. Dia difitnah serta didakwa melanggar hukum agama Yahudi dan karena itu harus dihukum mati dengan disalibkan. Seruannya dari atas salib, "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" tidaklah membuat Bapa datang membantunya sehingga akhirnya Yesus harus wafat. Tidakkah saat itu, jika kita sendiri yang mengalaminya, akan merasa betapa mengecewakannya hidup ini? Betapa sia-sianya meminta kepada Tuhan karena Tuhan telah tuli. Tuhan sering tidak datang saat kita mengharapkan kehadiranNya. Tetapi sungguhkah Tuhan itu telah tuli? Sungguhkah Tuhan bersikap masa bodoh dan tidak mau peduli pada harapan dan doa-doa kita? "Jadilah kehendakMU di atas bumi seperti di dalam surga." Satu kalimat dari Doa Bapa Kami yang telah diajarkan oleh Yesus kepada kita semua. Dan sebagai orang katolik kita mendaraskan doa itu setiap saat. Tetapi mengapa hanya kehendak Bapa yang baik bagi diri kita saja, yang menyenangkan dan membahagiakan kita, membuat kita bersyukur?
Mengapa bila kita mengalami peristiwa yang membuat kita berduka, yang menyakitkan dan memedihkan kita, tidak mampu kita terima sebagai satu anugerahNya juga? Dan siapa yang pernah mengatakan bahwa hidup itu mudah?

Sesungguhnya hidup adalah suatu perjuangan diri. Suatu pertarungan mencari kebenaran. Dan kebenaran itu hanya dapat kita temukan dalam rasa sakit dan pedih. Dalam pergolakan jiwa melawan kepentingan diri kita sendiri. Hidup yang berjalan lancar, enteng dan lunak sesungguhnya bukanlah hidup yang nyata tetapi suatu impian semu.
Tulis Pengkhotbah : "segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar" adalah esensi kehidupan kita semua. Sebab kita tak pernah akan merasa puas menerima kenyataan. Dari situlah sumber kemajuan iman kita berasal. Bukan dari peristiwa yang menyenangkan tetapi dari rasa pedih menghadapi kesepian, duka dan ketidakberdayaan kita menerima kenyataan yang kita alami.

Ada satu sajak yang amat indah, ditulis oleh Rabindranath Tagore (penyair India, 1861-1941) dalam bukunya Gitanjali bab ke 79:
Janganlah aku berdoa agar diluputkan dari bahaya tetapi agar berani untuk menghadapinya.
Janganlah aku bermohon untuk dihindarkan dari kepedihan tetapi agar mampu menaklukkannya.
Janganlah aku mencari teman senasib dalam pergumulan hidup ini tetapi agar mampu berjuang dengan daya upayaku sendiri.
Janganlah aku meminta agar diselamatkan dari keterasingan tetapi agar dengan sabar melangkah menuju ke kebebasanku.
Janjikanlah padaku agar aku tidak menjadi seorang pengecut: Tidak hanya sanggup merasakan keagunganMu dalam keberhasilanku tetapi juga dapat merasakan genggamanMu di dalam kegagalanku.

Suatu sajak indah yang patut kita renungkan dalam menghadapi kesulitan kita sehari-hari. Yesus sendiri telah berkata kepada kita semua: "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" maka pantaskah kita hanya berkeluh kesah lalu meninggalkan Dia? Bukankah seharusnya "kita cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita insan yang lemah ini?"

Aku memandang bayangan punggungnya yang perlahan menjauh. Aku melihat suatu tantangan hidup dibopongnya, suatu beban yang moga-moga mampu dihadapinya. Dan itulah sebabnya mengapa kita harus hidup terus. Mengapa kita harus berjuang terus untuk mencari dan menemukan kebenaran. Karena kita adalah umat Allah. Karena kita adalah saudara Tuhan. Karena Tuhan menyayangi kita, tidak tuli dan tidak pernah meninggalkan kita. Hanya Dia ingin iman kita terasah dengan baik agar kita mampu menjadi terang yang menyinarkan cahayaNya setiap saat.

A. Tonny Sutedja
5/11/2006 9:20:17 AM


kembali ke daftar judul

Mati untuk Hidup


Semua orang datang ke dunia ini untuk hidup, dan kematian itu dianggap sebagai sesuatu yang menyela kehidupan dan tujuan manusia. Hanya Yesuslah yang datang ke dunia ini untuk mati, bahkan Ia melihat kematian sebagai kegenapan hidup dan misi-Nya. Berkali-kali orang-orang berusaha untuk menangkap-Nya tetapi Yesus selalu lolos dari tangan mereka sebab saat-Nya belum tiba.
Namun akhirnya saat-Nya tiba juga. Yesus menggunakan perumpamaan tentang biji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati supaya menjelaskan bahwa menghindari kematian bila saatnya telah tiba justru hanya memperpendek hidup seorang (ia tetap satu biji saja), tetapi menyerahkan diri dalam kematian jikalau saatnya telah tiba sungguh memperkayanya (ia akan menghasilkan banyak buah). Oleh karena itu Yesus menolak bantuan apapun, baik manusiawi maupun ilahi, untuk memperpanjang hidup-Nya di dunia diluar kehendak Bapa-Nya. Suara dari surga menegaskan bahwa keputusan Yesus itu sungguh adalah yang dikehendaki Bapa-Nya, dan bagi Yesus, Hamba Allah yang setia, kematian dan kemuliaan adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama!

Sesaat dengan Tuhan

Ya Tuhan, yang terpenting adalah hidup dan mati bersama-Mu. Amin.

Sesaat dengan Firman

"Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan… dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini" (Yohanes 12:23, 27).

(P.Noel,SDB)
4/28/2006 3:22:27 PM


kembali ke daftar judul

Khotbah Paskah


Pdt.L.Z Raprap

Rasul paulus dalam I Korintus 15:58 menutup pasal mengenai kebangkitan dengan satu nasehat kepada kita semua,

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh (percaya dengan Iman), jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."

I. Percaya dengan Iman
Efesus 2:8-9


Sebagai manusia, kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Kita perlu pertolongan Tuhan, walaupun banyak hal-hal baik yang kita lakukan, itu tidak dapat menolong kita sedikitpun untuk dapat masuk dalam kerajaan Sorga.

Seperti seseorang yang jatuh ke dalam jurang yang sangat dalam, ia mengalami patah kaki dan tangannya. Walaupun disitu ada tali atau tangga tetapi ia memerlukan ada seorang yang mau berkorban turun ke bawah jurang dan menganggkatnya naik. Ketika orang yg akan menolong telah turun kebawah orang yang jatuh itu juga harus percaya pada orang yang akan menolongnya maka ia akan sampai ke atas dan selamat. Demikian hal yang telah Tuhan Yesus lakukan pada kita saudara, sesungguhnya kita lah orang yang telah jatuh ke jurang yang sangat dalam, dan kita tidak dapat kembali ke atas karena berat dan parahnya dosa-dosa kita. Karna Tuhan Yesus sangat mengasihi kita maka Ia mau mengorbankan dirinya turun ke jurang untuk menolong kita semua. Apakah saudara percaya ( dg iman) dan mau menerimaNya??
Jika saudara mau percaya dan menerimaNya maka saudara DISELAMATKAN !!


"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."


Ingatlah bahwa Yesus telah menyelamatkan kita !!
untuk apa saudara?? Untuk apa Tuhan Yesus memanggil dan menyelamatkan kita? Dia punya rencana dalam kehidupan kita.


II.Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan.
Efesus 2:10


"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya"

Saudara Dia ingin supaya kita melakukan pekerjaan baik, yang telah Ia persiapkan bagi kita. Apakah saudara mau melakukannya?? Apakah saudara mau melayani dalam pekerjaan Tuhan dengan Sukacita dan Ucapan Syukur?

Bapak Tedy mengambil pinjaman uang 100 juta ke bank untuk membeli sebuah rumah. Ternyata ia tidak dapat membayar hutangnya.
Bank mengancam akan menyita rumah dan semua hartanya, bahkan akan memecatnya dari kantor. Bapak Tedy sangat tertekan akan ancaman itu, beberapa hari kemudian seorang sahabatnya menelpon dan memberi kabar bahwa hutang bapak Tedy di bank sebesar 100 juta telah ia lunasi !!!
Batapa Gembira pak Tedy mendengar kabar itu, walaupun ia tidak melihat saat sahabatnya membayar semua hutangnya, tetapi karma ia PERCAYA pada sahabatnya maka ia BERSUKACITA.

(Bisa saja saat itu ia tidak percaya, maka ia akan tetap merasakan tertekan dan terikat oleh hutang itu. Dan masalahnya tidak akan pernah selesai.)

Apa yang dilakukan pak Tedy, ia sangat bersukacita. Ketika besoknya kembali ia di telpon sahabatnya untuk membantu merapihkan rumah sahabatnya yang baru, maka dengan senang hati dan bersegera ia akan datang dan membantu sahabatnya ini. Karena ia menggingat kebaikan yang pernah sahabatnya lakukan baginya saat ia ada dalam kesusahan. Pak Tedy melakukannya sebagai ucapan syukur dan terima kasihnya pada sahabatnya.

Saudara bukankah segala HUTANG DOSA kita telah di bayar LUNAS oleh DARAH YESUS !!....

Bagaimana saudara menanggapi karya KESELAMATAN itu?

Jika saudara memahami betapa besarnya pengorbanan Yesus untuk melunasi hutang-hutang saudara (yang seharusnya kitalah yang di siksa dan di salibkan) maka saudara akan sangat BERSUKACITA menerima kabar keselamatan yang kekal bagi saudara. amin !!!

Dan sekarang saudara, Yesus mau saudara melakukan kehendakNya, melayani dalam pekerjaan Tuhan. Apapun itu, baik saudara melayani dalam memainkan musik, memimpin pujian, membawakan Firman Tuhan, berdoa bagi orang lain dll. Lakukanlah itu dengan SUKACITA karna YESUS telah melakukan sesuatu yang SANGAT BAIK dalam hipup kita.

Lakukanlah pelayanan saudara dengan senang dan bersukacita.
Ingatlah saudara sebesar apapun yang saudara berikan bagi Tuhan, mungkin kecil bagi kita tetapi itu sangat besar bagi Tuhan. Dan dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. "

Dengan Iman kita percaya Yesus Bangkit dan menang !! dan di dalam kemenangan ini, bersama-sama dengan YESUS kita akan melakukan perkara-perkara yang besar. Amin.

SELAMAT PASKAH.
SELAMAT MELAYANI TUHAN !!

(Red.PD ADA MF/GBU)

4/24/2006 4:34:56 PM

kembali ke daftar judul

Salibkan Dia!


Refleksi Paskah: Secarik Tissue Berbercak Merah

"Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus." (Kolose 1:19-20)

Seperti saya, pernahkah Anda membayangkan: "Andaikan saja aku seorang Yahudi yang hidup di zaman Tuhan Yesus, ... pasti aku tidak mau terlibat dengan bangsaku yang telah menolak Dia sebagai Mesias kami. Apalagi ikut mengambil bagian di dalam penyaliban-Nya!"

Tetapi, ... apakah 'fair' untuk mengutarakannya tanpa mempelajari terlebih dahulu keadaan zaman pada waktu itu? Bukankah para 'pejabat' agama Yahudi yang mempunyai kuasa untuk mengancam kehidupan orang-orang yang berani menjadi simpatisan-simpatisan Tuhan Yesus ... cukup menakutkan! Kekuasaan mereka tidak berbeda jauh dengan orang-orang yang pada saat ini memegang kedudukan di tempat-tempat 'maha tinggi', baik di dalam masyarakat maupun di dalam gereja Tuhan, yang dapat mempengaruhi 'nasib' ekonomi rumah tangga kita?

Tampaknya di situ saya tidak terkecualikan, karena ternyata ... sering kali saya masih bisa mendengar dengungan gema jeritan lantang suara saya di tengah-tengah teriakan orang-orang lain, yang sudah menggetarkan tambur telinga saya sendiri: "Salibkan Dia!" (Markus 15:13)

Padahal beberapa hari sebelumnya, saya juga termasuk di dalam kelompok orang-orang yang bersukacita menyambut kedatangan-Nya, berseru-seru dengan penuh semangat sambil bertepuk tangan di sepanjang jalan menuju ke pintu gerbang kota Yerusalem. Bersama mereka saya ikut memuji-muji Dia: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!" (Yohanes 12:13)

Mungkin sekali sikap saya terhadap Dia menjadi berubah, oleh karena saya adalah salah seorang dari para pedagang kaki lima di halaman Bait Allah, yang menderita kerugian amat besar oleh karena tindakan-Nya, di mana Ia, dengan penuh kemarahan, telah mengobrak-abrik dan menghancurkan barang-barang 'dagangan' yang kami tawarkan di sana! (Matius 21:12-13)

Pada malam bersejarah saat Ia ditangkap di taman Getsemani, saya adalah salah seorang pengikut-Nya yang menjadi takut dan lari terbirit-birit meninggalkan-Nya, membiarkan Dia seorang diri untuk menghadapi para pemimpin agama Yahudi yang sangat berapi-api ingin segera mengadili dan membunuh-Nya. (Markus 14:50)

Ketika menyaksikan segala sesuatu yang terjadi pada diri-Nya di taman tersebut, seperti yang sudah dialami oleh para pengikut-Nya yang lain, iman saya merapuh, hancur luluh menjadi bubur, laksana secarik tissue putih lembut yang basah kuyup, yang ada di dalam genggaman erat telapak tangan saya.

Benak pikiran saya mulai dipenuhi oleh perasaan bimbang, mempertanyakan semua kebenaran perkataan-perkataan dan janji-janji yang pernah Ia ucapkan. Karena iman saya pada waktu itu sudah tidak berbeda jauh dengan iman rasul Tomas, murid pendua hati yang selalu menuntut bukti-bukti yang konkret dari kebenaran yang telah didengar olehnya! (Yohanes 20:24-29)

Pada saat-saat terakhir menjelang kematian Tuhan Yesus di kayu salib, saya adalah salah seorang dari kedua penyamun yang tersalib di sisi kiri dan kanan-Nya. (Matius 27:38)

Saya harus mengakui dengan jujur, bahwa selama ini tingkah laku dan tindakan-tindakan saya tidak berbeda sama sekali dengan perbuatan jahat penyamun tersebut! Karena tidak jarang saya menipu, mencuri, bahkan merampas hak-hak orang lain untuk kepentingan dan keuntungan diri saya sendiri. Entah itu dalam bentuk waktu, pajak negara, pekerjaan, peralatan kantor, uang, kehormatan, kemuliaan, atau ... hal-hal 'KECIL' lainnya yang tampak sangat tidak berarti pada waktu saya lakukan, tetapi bisa mengakibatkan kerugian amat besar bagi orang-orang lain!

Seperti dia, walaupun dalam keadaan sekarat dan tanpa harapan, penuh penyesalan saya masih memiliki keberanian untuk memohon kepada Tuhan: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (Lukas 23:42)

Begitu pula kepala pasukan Romawi yang ditugaskan untuk memimpin pelaksanaan penyaliban Tuhan Yesus di atas bukit Golgota, yang telah menyaksikan sendiri ,semua KEAJAIBAN yang terjadi pada detik-detik terakhir sebelum kematian-Nya.

Bagaikan kepala pasukan tersebut, saya juga ikut terpana mendengar kata-kata penuh kasih dan pengampunan yang Ia ucapkan dengan lirih di tengah-tengah penderitaan-Nya sendiri, bagi mereka yang menyalibkan-Nya: "Ya Bapa, ampunilah MEREKA, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34a)

Sampai saat ini ayat termasyhur itu masih selalu menimbulkan suatu rasa pilu di dalam hati yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, karena saya tahu, SIAPA yang dimaksudkan oleh-Nya!

Secara refleks kembali tangan saya meraih kotak kecil yang terletak di atas meja di depan saya, untuk mencabut sekali lagi secarik tissue putih yang amat lembut dari dalamnya.

Seperti pengakuan kepala pasukan Romawi tersebut, yang dicatat di dalam semua Injil Perjanjian Baru, akhirnya dengan hati yang hancur luluh saya juga takluk mengakui kedahsyatan-Nya: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!" (Markus 15:39)

Suatu pengakuan tulus dari dalam hati yang segera mencelikkan mata hati nurani saya yang 'tertutup rapat' selama itu!

Bagaikan orang buta semenjak lahir yang berani membela kenyataan kesembuhan yang sudah diterima olehnya dari Tuhan Yesus di depan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sekarang saya juga menjadi berani mengikrarkan iman saya di depan umum: "Tetapi satu hal aku tahu,yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat." (Yohanes 9:25b)

Saya yakin sekali, bahwa ketiga pertanyaan yang diajukan oleh Tuhan Yesus kepada rasul Petrus setelah kebangkitan-Nya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku (lebih dari pada mereka ini)?" juga ditujukan kepada saya. (Yohanes 21:15-19)

Seperti yang dialami olehnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut juga sudah menimbulkan suatu perasaan sedih yang amat memilukan hati saya. Laksana tikaman-tikaman sebilah pedang tajam bermata dua, ketiga pertanyaan-Nya yang sama itu langsung menembus lubuk hati saya yang terdalam, mengaduk di dalamnya setiap tindakan 'memalukan' yang pernah saya lakukan, yang tidak berbeda jauh dengan tingkah laku mereka yang sudah menjadi murtad, berani memberontak dan mengkhianati diri-Nya!

Kendatipun demikian, seperti reaksi-Nya yang penuh kasih di dalam menghadapi kehancuran hati rasul Petrus, Ia juga tidak ingin membuat saya menjadi malu di hadapan-Nya. Tidak ada sepatah kata pun yang dilontarkan oleh-Nya kepada saya yang bersifat sarkastik, menghakimi, atau mencemoohkan tindakan-tindakan yang telah saya lakukan selama ini. Ia hanya mengulangi sekali lagi pertanyaan yang sama: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Hanya itu saja!

Oh, ... sebuah pertanyaan penuh kasih yang membuktikan, bahwa keajaiban kasih karunia sorgawi yang luar biasa, yang ditawarkan oleh-Nya semenjak masa pelayanan-Nya di dunia 2000 tahun yang lalu masih tetap berlaku sampai sekarang!

Oleh karena itu, seperti rasul Petrus yang tidak mempunyai keberanian untuk menatap wajah-Nya, saya tidak hanya menjawab: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." (Yohanes 21:17b)

Tetapi sambil menelan ludah, saya menambahkan: "Karena kasih karunia-Mu, mataku telah Kau celikkan, hidupku telah Kau bebaskan, jiwaku telah Kau ampuni, bahkan Roh-Mu yang kudus telah Engkau berikan kepadaku. Aku tidak hanya mengasihi-Mu, Tuhan, tetapi juga percaya sepenuhnya kepada-Mu! Tidak ada yang melebihi-Mu, karena Engkaulah satu-satunya yang mampu memenuhi kekosongan hidup yang telah kuderita selama ini! Meskipun aku masih sering jatuh di dalam pencobaan, bahkan gagal di dalam melaksanakan perintah-perintah-Mu, aku berjanji, bahwa ... untuk selama-lamanya aku tidak akan meninggalkan Engkau lagi."

Saya yakin sekali, perintah Tuhan Yesus kepada rasul Petrus: "Ikutlah Aku." (Yohanes 21:19b) adalah perintah yang diberikan kepada saya juga, ... dan kepada setiap orang lain yang mau menjadi pengikut-pengikut-Nya.

Sekarang saya telah mengambil keputusan yang tetap, apa pun yang akan terjadi di dalam perjalanan hidup ini, saya akan selalu mengikuti langkah-langkah-Nya, ... sampai tugas yang Ia berikan kepada saya di dunia berakhir, ... bahkan sampai di akhir zaman!

Oh, ... ternyata nubuatan nabi Yesaya beberapa ribu tahun yang lalu: "Tetapi dia ditikam oleh karena PEMBERONTAKAN kita, dia diremukkan oleh karena KEJAHATAN kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53:5) masih terus digenapi, karena isi firman Allah sangat relevan dengan kehidupan umat manusia sepanjang masa!

Pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa di kayu salib tersebut ternyata tidak sia-sia belaka. Darah-Nya yang paling berharga, yang dicurahkan di atas bukit Golgota masih terus menyelamatkan hidup orang-orang berdosa yang MURTAD, MUNAFIK dan TERSESAT seperti saya, 2000 tahun kemudian!

Mengetahui tingkah laku saya selama ini, tanpa sadar kembali tangan saya meraih kotak tissue di ujung sebelah kiri meja. Entah cabutan tissue yang keberapa?

Saya terus berdoa kepada Tuhan, agar Ia melalui Roh Kudus selalu menyertai, membimbing dan menopang saya pada saat-saat yang kritis. Karena saya yakin sekali, janji yang diberikan kepada setiap orang yang mau mengikuti-Nya: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:20b) juga masih digenapi oleh-Nya sampai sekarang! Terpujilah nama Tuhan, karena besar kasih-Nya! Haleluya!

Setelah membersihkan hidung yang tersumbat oleh cairan air mata di dalamnya, untuk pertama kalinya saya menyadari, bahwa ... tissue putih lembut tersebut sudah dinodai oleh bercak-bercak darah berwarna merah yang amat pekat!

J.A
Apr-06

4/11/2006 4:21:49 PM

kembali ke daftar judul

TUHAN dan RENCANA HIDUP


Ayat Bacaan: Yakobus 4:13-17
"Sebenarnya kamu harus berkata: Jika Tuhan menghendakinya,
kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." (Yakobus 4:15)


Bagaimana sikap manusia pada waktu menyusun rencana hidup
untuk masa yang akan datang? Setidaknya ada dua sikap yang
dilakukannya: Pertama, ia mengandalkan kekuatannya
sendiri. Dalam bagian ini, manusia menganggap dirinya
mampu untuk menyusun rencana hidup di masa yang akan
datang. Kedua, ia mengandalkan Tuhan. Dalam bagian ini,
manusia merasa tidak tahu pasti akan apa yang terjadi pada
kehidupannya di masa yang mendatang, namun
ketidakpastiannya ini diserahkan kepada Tuhan. Ia
mengandalkan Tuhan di dalam menyusun rencana hidupnya.

Yakobus mengingatkan kedua belas suku di perantauan
mengenai dua sikap uraian di atas. Ada sebagian orang
percaya yang mengandalkan dirinya sendiri untuk menentukan
masa depannya. Di dalam segala hal yang mereka lakukan,
Tuhan tidak terlibat. Ini menjadi kesombongan dan
kecongkakan yang dilakukan oleh sebagian orang percaya
pada masa itu. Yakobus menekankan bahwa hidup oleh
kekuatan manusia adalah sama seperti uap yang sebentar
saja kelihatan lalu lenyap.

Yakobus menegur umat yang memiliki hidup seperti uap.
Mengapa? Karena pemahamannya yang benar, Tuhan adalah
Tuhan yang berdaulat atas semua ciptaan-Nya. Tak ada
sesuatupun terjadi di luar kehendak dan rencana-Nya. Ia,
Pemilik hidup manusia dan perencana segala sesuatu bagi
manusia itu. Tuhan yang memegang kendali atas hidup
manusia. Yakobus ingin menyampaikan satu pesan, agar
mereka tidak menyombongkan diri karena kemampuan mereka.
Jika hal ini telah mereka ketahui, namun mereka tidak mau
hidup dalam kebenaran ini, maka mereka telah berbuat dosa.

Firman Tuhan berkata: "Terkutuklah orang yang mengandalkan
manusia, yang hatinya menjauh daripada TUHAN."

(Renungan:Terang Dunia)
4/11/2006 3:33:47 PM

kembali ke daftar judul

Hanya Lima Menit Lagi


Suatu hari di lapangan permainan anak-anak, seorang wanita duduk di bangku bersama dengan seorang pria. "Anak saya yang disitu," katanya sambil menunjuk kepada seorang anak kecil yang sedang asyik bermain di tempat meluncur.

"Cakep ya anaknya," sahut pria itu. "Kalau saya, yang itu yang pakai baju t-shirt berwarna biru." Kemudian, dia melihat jam tangannya dan memanggil anaknya.

"Gimana nak, kita pulang?"

Si anak kecil memohon, "Lima menit lagi ya, Daddy. Please? Hanya lima menit lagi."

Ayahnya mengangguk dan dengan gembira si anak lari kembali ke tempat itu dimana ia sedang menikmati main ayunan! Beberapa menit lewat dan ayahnya berdiri dan memanggilnya lagi.

"Pulang?"

Si kecil memohon lagi dengan sangat, "Lima menit lagi, Dad. Hanya lima menit lagi."

Ayahnya tersenyum dan berkata, "Okay."

"Wah, bapak sabar juga ya…" kata wanita itu yang duduk di bangku dengan dia.

Dan ia pun menjawab, "Tahun lalu, sambil main sepeda disini, anak saya yang lebih tua meninggal ditabrak mobil yang pengemudinya sedang mabuk. Karena terlalu sibuk, aku tidak pernah sempat menghabiskan banyak waktu dengan dia, dan sekarang aku rela mengurbankan apapun hanya supaya dapat lima menit bersama dengannya! Aku telah berjanji pada diri sendiri bahwa aku tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama dengan anak saya ini. Dia pikir bahwa dia dapat tambahan lima menit lagi untuk menikmati main ayunan. Padahal sebenarnya akulah yang menikmati tambahan lima menit lagi untuk melihatnya sedang bermain!"

Hidup itu adalah tentang penentuan prioritas-prioritas. Apakah prioritasmu?

Berikanlah kepada seseorang yang kamu cintai lima menit lagi dari waktumu pada hari ini.

(P. Noel, SDB)
3/29/2006 4:40:23 PM

kembali ke daftar judul

Sapaan Tuhan


Tuhan memang selalu dan setiap saat berkomunikasi dengan kita. Beberapa hari yang lalu, Dia "berbisik" kepada saya melalui suatu surat yang lama yang saya temukan kembali pada saat sedang memberes-bereskan barang-barang di lemari. Surat itu dari seorang pastor yang baik-hati, yang menjadi inspirasi panggilan imamat saya dan juga membantu saya masuk seminari. Pada saat itu, saya baru saja menerima jubah.

Antara lain, dia tulis: "Never take for granted your vocation. Vocation is a ‘daily’ answer to a ‘daily’ call." (Jangan pernah meremehkan panggilanmu. Panggilan itu adalah "sapaan Tuhan tiap saat" dan kita pun "menanggapinya tiap saat" pula.)


Sesaat dengan Tuhan
Ya Tuhan, berikanlah hamba-Mu rahmat untuk setia menanggapi panggilan-Mu tiap saat. Amin.


Sesaat dengan Firman
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38).

(P.Noel,SDB)
3/29/2006 4:44:00 PM

kembali ke daftar judul

Pengharapan yang Tidak Pernah Mengecewakan


Kehidupan orang Kristen ( pengikut Kristus ) adalah kehidupan yang penuh dengan perjuangan tiap-tiap hari untuk mempertahankan Iman-nya,melawan keinginan daging yang seringkali berlawanan dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan.Diperlukan satu pengharapan yang pasti dalam hidup ini.

Karena itu kita memerlukan seseorang yang dapat menjadi penolong atas pengharapan kita. Pengharapan yang tidak akan pernah mengecewakan kita,bukan manusia !!...karena manusia seringkali mengecewakan,bukan benda mati !! karena benda mati tidak dapat berbuat apa-apa.
Tetapi Penolong atas pengharapan kita yang TEPAT adalah di dalam YESUS !!!


Sesaat dengan Firman
Efesus 1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Sesaat dengan Tuhan
Tuhan Yesus terima kasih karna Kau senantiasa menjadi penolong dalam hidupku. Ajar aku Tuhan, untuk selalu berharap hanya kepada-Mu. Karena aku tahu betapa hebat-Nya kuasaMu dapat bekerja di dalam hidupku.

(MF/GBU)
3/22/2006 8:53:57 AM

kembali ke daftar judul

Anak Kesayangan


Ada kebaikan dan kemuliaan di dalam diri saya – seringkali tidak kelihatan dan tidak dihargai oleh yang lain, bahkan oleh saya sendiri! Tapi apa yang manusia itu tidak lihat, Tuhan melihat, dan rahmat-Nyalah yang menjadikan saya mahkluk yang indah. Allah Bapa memandang saya dan melihat Putra-Nya yang telah berkorban demi saya, dan Ia pun berseru, "Hai anak-Ku!" Ini adalah suatu keajaiban yang selalu menguatkan dan menghibur saya, terutama di kala susah. Yesus pasti ingat peristiwa di Gunung Tabor pada saat Dia memikul salib dan mendaki Gunung Kalvari. Di saat puncak pengorbanan-Nya, Dia tahu dan Dia yakin bahwa Allah Bapa tidak melupakan-Nya.

Sesaat dengan Tuhan

Ya Tuhan, di kala susah, hiburlah dan kuatkanlah aku dengan keyakinan bahwa aku berharga di mata-Mu. Amin.

Sesaat dengan Firman

"Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia" (Markus 9:7).

(P.Noel,SDB)
3/13/2006 10:20:44 AM

kembali ke daftar judul

Waktu Ayah



Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Yoel, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

Ayah : Kok, belum tidur?"

Sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Yoel memang sudah terlelap ketika ayahnya pulang dan baru terjaga ketika ayahnya berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga,

Yoel : "Aku nunggu ayah pulang. Sebab aku mau nanya berapa sih gaji ayah?"
Ayah : "lho tumben, kok nanya gaji ayah? Mau minta uang lagi ya?" "
Yoel : "Ah enggak, pengen tau aja"
Ayah : "Oke, kamu boleh hitung sendiri. Stp hari ayah bekerja sekitar 10 jam
dan di bayar Rp.400.000,- Dan setiap bulannya rata-rata
dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji ayah dalam 1 bln berapa hayo?"

Yoel berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Yoel : " Kalau satu hari ayah dibayar Rp.400.000 untuk 10 jam, berarti satu
jam ayah di gaji Rp.40.000 dong.."
Ayah : "Wah pinter kamu. Sudah sekarang cuci kaki, bobok"

Rudi memerintahkan anaknya untuk tidur, tetapi Yoel tak beranjak. Sambil menyaksikan Ayahnya berganti pakaian, Yoel kembali bertanya,

Yoel : "Ayah aku boleh pinjam uang 5.000 nggak?"
Ayah : "Sudah tidak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini?"Ayah capek dan mau mandi dulu.Tidurlah"
Yoel : " Tapi Ayah…."

Kesabaran Rudi habis ia menghardik anaknya.

Ayah : "Ayah bilang tidur …..!!!!"

Yoel terkejut dan ia pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi .Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Yoel di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Yoel didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- ditangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata.

Ayah : "Maafkan Ayah nak, Ayah sayang sama yoel, buat apa sih uang
malam-malam begini? Kalau untuk beli mainan,besok’kan bisa. Jangankan
Rp.5.000,- lebih dari itupun ayah kasih"
Yoel : "Ayah aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau aku
sdh menabung lagi dari uang jajanku seminggu ini".
Ayah : "Iya, iya tapi buat apa?" Tanya Rudi lembut
Yoel : "Aku menunggu ayah dari jam 8, Aku mau ajak ayah main ular tangga.
Tiga puluh menit saja….Ibu sering bilang kalau waktu ayah itu sangat
berharga. Jadi aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada
Rp.15.000,- tapi karena ayah bilang satu jam ayah dibayar Rp.40.000,-
maka setengah jam harus Rp.20.000,- uang tabunganku kurang Rp.5.000,-
makanya aku mau pinjam dari ayah," kata Yoel dg polos...

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

Demikian juga Tuhan Yesus Kristus telah membeli seluruh waktu dalam hidupmu melalui salib-Nya. Oleh sebab itu pergunakanlah waktumu yang ada untuk senantiasa melayani DIA.

Sesaat dengan Firman :
"Sebab lebih baik satu hari dipelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain"
( Mazmur 84 : 11a )


Sesaat dengan Tuhan :
Terima kasih Tuhan Yesus, darah-Mu yang telah membayar lunas hidupku.
Ajar aku…,meskipun aku sangat sibuk dalam pekerjan dan masalah-masalahku, tetapi aku akan selalu ingat untuk datang dan bersyukur karna Kasih Setia-Mu.


(MF/GBU)
3/9/2006 12:14:06 PM

kembali ke daftar judul

Memo from GOD


( Negeri Orang Bahagia )

To : All_user
Date : Saat ini
From : Penciptamu
Subject : Dirimu sendiri
Reference : Hidup ini

AKUlah penciptamu. Aku akan turut campur dalam segala permasalahan hidupmu. Ingat, Aku tidak membutuhkan bantuanmu.

Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak SFGTD (something for God to do)-mu. Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU.

Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak SFGTD-mu, engkau tidak perlu lagi melanjutkan kekuatiranmu. Lebih baik engkau terjunkan dirimu melanjutkan peran hidupmu saat ini.

Jika engkau terjebak kemacetan, jangan bringas. Karena ada orang-orang yang memang ditetapkan mendahuluimu untuk kepentingan yang mengungkapkannya saja dia sudah tidak mampu.

Saat engkau merasa hari-hari di kantormu tidak begitu baik, pikirkanlah orang-orang lain yang keluar dari kantor beberapa tahun lalu

Ketika hubunganmu memburuk, pikirkanlah orang-orang yang sudah lupa rasa mencintai dan dicintai.

Saat engkau masih bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk liburanmu; engkau masih lebih beruntung dari wanita penjahit yang bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu demi anak-anaknya.

Saat kendaraanmu rusak, pikirkanlah orang yang bahkan untuk berjalan saja dia sudah tidak mampu lagi.

Ketika engkau berkaca di cermin merapikan rambutmu, pikirkanlah orang yang sedang sakit kanker yang selalu berharap rambutnya segera tumbuh.

Ketika engkau merasa menjadi korban dari kesalahan, kegetiran, pengabaian, ketidak-nyamanan orang lain, ingatlah sesuatu atau seseorang dapat saja salah, dan mungkin engkau salah satunya.

Banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai bahan renungan agar senantiasa disamping kita selalu berjuang menuju hidup yang lebih baik, kita selalu mensyukuri hidup ini.

Akankah engkau sampaikan pesan ini ke kawan-kawanmu? Jika ya, paling tidak engkau akan menambah Penghuni Negeri Orang Bahagia.

Sesaat dengan Firman :
Kolose 2:6-7

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.


Sesaat dengan Tuhan :
Terima kasih Tuhan Yesus, sekarang aku telah menerima keselamatan yg kekal.ajar aku untuk senantiasa memeliharanya dengan selalu mengucap syukur dalam segala hal dan membagi berkat pada yg lain.krn aku tau Engkau selalu ada bersama denganku.
love,
your child...


(MF/GBU)
3/8/2006 8:43:03 AM

kembali ke daftar judul

The Cross


Beberapa bulan lalu saya menonton sebuah film dokumenter yang dipublikasikan oleh sebuah gereja di Shen Chou, Cina. Judul filem tersebut adalah "The Cross, Jesus In China". Filem dokumenter ini terbagi dalam empat bahagian, yakni The Spring Of Life, Seeds of Blood, The Bitter Cup, dan The Canaan Hymns. Lewat filem tersebut dapatlah kita ketahui bagaimana kisah salib yang terjadi dua ribu tahun silam, sebuah kisah yang nampak jauh dari negeri Cina, kini hadir di tengah mereka.

Lebih dari itu, kisah salib yang sama tak hanya hadir di tengah mereka, tetapi juga kini dilakonkan kembali di negeri Cina oleh orang Cina sendiri. Mereka ditangkap, dianiaya. Dari kisah nyata para pelakon drama salib tersebut, kita ketahui bahwa mereka bahkan disiksa dengan menggunakan arus listrik. Bekas borgol besi di kedua tangan mereka masih kelihatan amat nyata, bekas strum listrik di leher mereka tak akan pernah terhapuskan, tetapi akan tetap bertahan sebagai saksi bagaimana mereka telah bertekun demi iman mereka akan Yesus yang bangkit.

Sebuah cuplikan yang mengharukan ketika ribuan orang datang dengan bis-bis khusus dan berbaris di pinggir sungai menanti giliran untuk dipermandikan. Adegan yang muncul sungguh mengingatkan saya bagaimana para murid bersaksi tentang Yesus yang bangkit, yang dalam sekejap menghasilakn buah pertobatan dari begitu banyak orang dan meminta agar mereka dibaptis. Pinggir sungai yang berada di Cina, namun kelihatannya bahwa itu adalah sebuah Yordan, tempat di mana mereka secara bebas tanpa rasa takut mempermandikan ribuan orang.

Banyak tokoh yang muncul dalam filem tersebut pernah dipenjarakan sekurang-kurangnya 15 tahun. Ketika terjadi revolusi budaya di tahun 1947-1949 yang menghantar partai Komunis ke puncak kekuasaan Cina, banyak dari antara para pengikut Kristus dipaksa untuk menolak dan mengutuk iman mereka. Bila mereka berbuat demikian maka mereka akan dibebaskan dari penganiayaan. Biasanya mereka diberi waktu satu hari untuk berpikir tentang anjuran penolakan iman tersebut.

Dan ketika di hari kedua saat mereka akan ditangkap, mereka berdiri dan dengan tegas berseru bahwa iman mereka akan Yesus yang ditangkap, dianiaya dan dibunuh namun bangkit lagi di hari ketiga tak bisa ditutupi. Mereka bahkan juga dengan tegas meminta agar para penangkap mereka segera bertobat dan percaya akan berita Injil. Begitulah Iman mereka menuntut pengorbanan. Mereka ditangkap, mereka dipenjarakan. Namun justru setelah pengalaman penjaraan itu, mereka menjadi semakin kuat. Pengorbanan mereka, darah yang pernah ditumpahkan oleh para martir di Cina kini ternyata telah menjadi berkat kehidupan gereja di Cina hingga saat ini.

Apa yang diperbuat oleh para pengikut Kristus di Cina ternyata mengulangi apa yang diperbuat oleh para Rasul dalam era gereja awal. Petrus dan Yohanes diminta agar tidak berbicara lagi atas nama Yesus. Mereka diminta agar mulut mereka ditutup. Kebebasan mereka untuk bersaksi, untuk berbicara tentang Yesus yang bangkit kini seakan-akan direnggut dari diri mereka.

Namun justru dalam situasi yang demikian, mereka membuka mulut. "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah; Taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." (Kis 4:19-20). Kuasa duniawi bisa menipu diri dan menipu dunia. Namun di hadapan Allah kita tak bisa berbicara melawan tuntutan hati nurani kita. Nurani Kristen tak bisa dimatikan baik oleh para Mahkama agama di masa gereja awal maupun oleh kuasa komunis Cina.

Teladan yang telah diperbuat oleh tokoh-tokoh di atas hendaknya menjadi seumpama obor yang menerangi malam kita, sebagai kata-kata yang memberikan kekuatan kepada kita untuk tidak merasa takut berbicara tentang Yesus Anak Allah yang mati namun dibangkitkan Allah. Hendaknya kita menjadi seperti Petrus dan Yohanes dalam bacaan Kisah Para Rasul hari ini. Atau juga mengulangi lagi kata-kata yang pernah diucapkan Paulus; "Celakalah aku bila aku tak memberitakan Injil." (1 Korintus 9:16)

(Tarsis Sigho)
3/6/2006 10:42:48 AM

kembali ke daftar judul

BAGAIMANA KAMU SELALU GEMBIRA?



Seorang wanita bernama Frances berkenalan dengan seorang pemudi bernama Debbie di gereja. Debbie selalu kelihatan gembira dan senang, meskipun Frances mengetahui bahwa Debbie menghadapi banyak masalah di kehidupannya.
Perkawinan yang lama ditunggunya secara cepat menjadi sebuah perceraian.
Dia harus berjuang sendiri dalam kehidupannya. Dia tidak memilihnya, tetapi dia memutuskan bahwa dia harus hidup menikmati sepenuhnya. Debbie aktif di sekolah minggu, dalam paduan suara dan sebagai pemimpin di kelompok gadis-gadis remaja di gerejanya. Frances sangat senang mengenal Debbie.
Wajah Debbie selalu kelihatan gembira dan dia selalu menyapa Frances dengan pelukan.
Suatu hari Frances bertanya kepada Debbie, "Bagaimana kamu selalu gembira, selalu memiliki energi dan tidak pernah patah semangat ?"

Dengan mata bersinar, Debbie berkata," Saya mengetahui rahasianya!"

"Apa rahasia itu?"

"Apa yang kamu bicarakan ? " tanya Frances.

Debbie menjawab, "Saya akan mengatakannya padamu semuanya, tetapi kamu harus berjanji untuk membagikannya kepada yang lainnya.."

Frances setuju, "Ok, sekarang apakah itu ?"

Rahasianya adalah : "Saya telah belajar bahwa hanya sedikit yang dapat saya kerjakan dalam hidup saya yang akan membuat hidupku menjadi bahagia. Saya harus bergantung pada Allah untuk membuat hidupku bahagia dan memenuhi kehidupanku. Ketika kebutuhan meningkat dalam kehidupanku,Saya harus percaya kepada Allah, bahwa Dia sanggup memenuhi menurut kekayaanNya. Saya telah belajar banyak bahwa saya tidak membutuhkan setengah dari yang saya pikirkan. Dia tidak pernah membuat saya terjatuh. Sejak saya belajar rahasia itu saya menjadi bahagia. "

Frances berpikir bahwa itu sangat sederhana. Tetapi ketika dia bercermin dalam hidupnya, saat dia berpikir dengan memiliki rumah yang besar akan bahagia, ternyata tidak. Saat dia berpikir memiliki gaji yang besar akan membuatnya bahagia, ternyata juga tidak. Kapan dia merasakan kebahagiaan itu? Yaitu saat duduk di lantai bersama cucunya , menikmati pizza sambil menonton film, merupakan hadiah dari Allah.

Debbie mengetahui rahasia itu, Frances telah belajar rahasia itu, dan anda sekarang mengetahuinya juga.
Kita tidak dapat bergantung pada orang untuk membuat kita bahagia – hanya Allah dalam segala hikmatnya.
Percaya padaNya. Dan sekarang saya memberikan rahasia itu kepada anda.

Maka anda sudah mengetahuinya, apa langkah selanjutnya?
Anda harus membagikan kepada orang lain juga.

Sesaat dengan Firman :

Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.


Sesaat dengan Tuhan :

Terima kasih Tuhan untuk Kasih setiaMu dalam hidupku, meskipun sering kali aku khawatir bahkan ragu akan hidupku, tetapi kini aku tahu ada Tuhan Yesus yang senantiasa memperhatikan kehidupanku dan itu cukup bagiku. Amin.

(MF/GBU)
2/28/2006 11:41:06 AM

kembali ke daftar judul

Sok Suci



Pada suatu malam, aku sedang berkhayal. Sambil aku duduk santai di depan pintu gereja, tiba-tiba seorang tua yang berantakan dan kotor, dan kelihatannya dari perjalanan jauh, sedang berjalan menuju ke arahku. Aku langsung berdiri dan mengajaknya ke pastoran, memberikannya pakaian bersih dan menyediakan makanan baginya. Orang tua itu langsung mulai makan tanpa berdoa dulu. Aku bertanya kepadanya, "Anda tidak berdoa dulu sebelum makan?" Dia menjawab, "Aku memang ngga biasa berdoa Pak." Saat mendengarnya, aku marah dan aku langsung usir dia keluar! Tidak lama kemudian, Tuhan memanggil aku dan bertanya kepadaku dimana orang tua itu. Aku menyahut, "Tuhan, aku mengusirnya sebab dia tidak biasa berdoa kepada-Mu!" Tuhan menjawab, "Aku telah bersabar dengan dia selama delapan puluh tahun ini. Tidak bisakah kamu menerimanya setidaknya untuk semalam?" Hati nuraniku menegor aku, dan aku langsung merenung, "Memang begitu sukar bagi seorang ’sok suci’ untuk menerima mereka yang ’jauh dari Tuhan!’ Jauh lebih mudah bagi Tuhan mengasihi tiap orang daripada bagi kita manusia untuk saling menerima apa adanya."


Sesaat dengan Tuhan

Ya Tuhan, aku mohon maaf dan aku menyesali sikapku yang menganggap diri lebih benar dan lebih suci dari yang lain. Amin.

Sesaat dengan Firman

"Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak"? (Markus 2:18)

(P.Noel,SDB)
2/27/2006 8:48:11 AM

kembali ke daftar judul

KASIH KEPADA SESAMA



Ini adalah cerita seorang ibu yg akan
menyelesaikan skripsinya.

Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun)
dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir
yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat
inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama "Tersenyum". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan"hello", jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah
mudah.

Segera setelah saya menerima tugas tsb, suami saya, anak bungsu saya,
dan saya pergi ke restoran McDonald's pada suatu pagi di bulan februari
yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali...
suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk
melihat mengapa mereka semua menyingkir.

Ketika berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang
sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki
tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang "tersenyum". Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia berkata "Good day" sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan.Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya. Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya.

Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.Wanita muda dicounter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, "Kopi saja, Nona" karena hanya itulah yang mampu mereka beli.
(Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh
mereka, mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan).Kemudian saya benar-benar merasakannya desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu.Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya. Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah.Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu. Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata "Terima kasih."

Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, "Saya
tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan." Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya.
Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan berkata,
"Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang.
Untuk memberiku harapan." Kami saling berpegangan tangan beberapa
saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Rahmat Tuhan
kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk oranglain.
Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah.
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini
ditangan saya. Saya menyerahkan "proyek" saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan.
Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang
yang ada diMcDonald's, suamiku, anakku, guruku,dan setiap jiwa yang
menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.
Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari:

PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.


Sesaat dengan Firman Tuhan :

Matius 25: 35-40

25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.



Sesaat dengan Tuhan :

Terima kasih Tuhan KAU ajari untuk dpt menyenangkan hatiMu dan menjadi alat-Mu menyentuh orang-orang yg KAU kasihi dengan KASIHMU, melalui apa yg aku telah terima dariMu dan kembali ku berikan bagi mereka yg membutuhkannya.
amin.


(MF/GBU)
2/24/2006 8:37:10 AM

kembali ke daftar judul

Yang Terutama



"Pastor, nanti ada Misa Penyembuhan ya?" Beberapa kali saya mengangkat telpon dan menerima pertanyaan tersebut. Nanti gereja kita penuh sesak karena ada "Misa Penyembuhan." Banyak umat yang akan pulang sesudahnya merasa sungguh diberkati; ada yang akan pulang dengan merasa kecewa!

Seperti halnya di dalam Injil, umat yang berbondong-bondong itu mencari Yesus dan pulang merasa kecewa. Mereka tidak menemukan-Nya. Mengapa? Sebab mereka mencari-Nya dengan alasan yang salah. Mereka mencari Yesus hanya supaya mendapatkan apa yang mereka inginkan... bukan apa yang Yesus ingin berikan. Tentu saja Tuhan peduli akan kebutuhan materi dan kesembuhan kita. Tetapi yang rohani itu tetap adalah prioritas. Seperti orang-orang Yahudi di Kapernaum itu, kita pun datang ke gereja mencari Yesus. Kita datang dengan berbagai masalah jiwa dan tubuh kita. Agar kita tidak kecewa, yang paling penting adalah pertama-tama lupakan masalah-masalah pribadi dan carilah dahulu Kerajaan Allah. Yesus datang ke dunia ini terutama untuk mewartakan Kerajaan itu. Apabila kita menemukan-Nya maka Tuhan Sendirilah akan memenuhi segala kebutuhan rohani dan jasmani kita.


Sesaat dengan Tuhan

Ya Tuhan, ajarilah aku bahwa apabila aku selalu mengutamakan Engkau di dalam hidupku, aku tak akan pernah kekurangan. Amin.

Sesaat dengan Firman

" Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33) >> thx 2 m

"Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: ‘Semua orang mencari Engkau.’ Jawab-Nya: ‘Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang’" (Markus 1:36-38).


(P.Noel,SDB)
2/23/2006 9:14:57 AM

kembali ke daftar judul

Digotong Empat Orang



Saya percaya bahwa setiap orang datang untuk pertama kalinya kepada Tuhan dan makin mengenal-Nya melalui orang-orang lain yang "menggotongnya" dan membawanya. Bagi saya ada empat orang yang telah menjadi "alat-alat" Tuhan yang paling utama. Yang pertama adalah Mama dan Papa saya. Mama saya karena doa dan pengorbanannya, baik yang nyata bagi saya maupun yang tersembunyi dan pasti itu jauh lebih banyak. Papa saya karena teladan hidupnya yang tekun, setia dan sederhana. Kemudian ada seorang yang telah menjadi inspirasi saya untuk mengikuti Tuhan secara lebih dekat lagi dalam hidup religius. Yang satu lagi itu masih hidup dan sampai saat ini tetap mendukung saya dengan nasehat dan doanya.


Sesaat dengan Tuhan

Ya Tuhan, terima kasih atas orang-orang yang Kau kirim untuk membawa saya lebih dekat pada-Mu. Amin.


Sesaat dengan Firman

"Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang" (Markus 2:2-3).

(P.Noel,SDB)
2/20/2006 12:48:15 PM

kembali ke daftar judul

Badut



Ada seorang badut yang terkenal. Setiap sirkus itu ada di tempat, yang selalu ditunggu oleh para penonton adalah acara dari si badut itu! Dari penampilannnya saja para penonton sudah terhibur dan tertawa terus. Pada suatu saat, sirkus itu kebakaran. Si badut lari-lari di jalan sambil berteriak, "Kebakaran, kebakaran! Tolong, tenda sirkus kami kebakaran!" Banyak orang yang terbangun dan melihat si badut berlari-lari kesini kesana sambil berteriak. Mereka semua tertawa dan bertepuk-tangan, menikmati penampilan dan "acara kejutan" dari si badut. Tidak ada yang percaya akan kata-katanya, bahwa sirkus kebakaran. Mengapa? Karena ternyata si badut itu masih berpakaian badut... dan seluruh tenda sirkus pun lenyap dimakan api.

Demikian juga pengajaran kita sebagai orang tua, pendidik, gembala... kata-kata hilang kuasanya apabila tidak didukung kesaksian-hidup dan tingkah laku yang konsekwen.


Sesaat dengan Tuhan

Ya Tuhan, semoga aku selalu berusaha melakukan apa yang aku mengajarkan. Amin.

Sesaat dengan Firman

"Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat" (Markus 1:22).

(P.Noel,SDB)
2/16/2006 4:40:23 PM

kembali ke daftar judul

Berapa Harga Sebuah Mukjizat?



Mengapa kita jarang atau sama sekali tidak pernah lagi melihat mukjizat-mukjizat
pada zaman modern ini? Perhatikanlah cerita yang lucu ini dan
mungkin kamu akan mengerti mengapa demikian.
By the way, this is a true story.

Suatu malam, setelah menghitung beberapa kali jumlah uang logam yang dia
pernah simpan di dalam kaleng selama ini, seorang anak kecil keluar rumah
lewat pintu belakang dan berjalan menuju ke Apotik Rexall yang tidak begitu
jauh dari rumahnya.

Dengan sabar, Tess menunggu untuk diperhatikan oleh
apoteker yang sedang sibuk berbicara dengan seorang bapak. Karena tidak
mendapatkan perhatian yang diinginkan, si gadis kecil memukul kaca meja
dengan kaleng yang dia bawa.

Bunyi dari pukulan membuat si apoteker
berpaling kepadanya. "Hei anak, mau apa kamu?" Dari suaranya ketahuan
jelas bahwa dia jengkel dan terganggu, "Aku sedang berbicara dengan kakak
saya yang baru datang dari Chicago dan sudah lama aku tidak melihatnya!"

"Aku juga mau bicara dengan bapak tentang kakak saya," jawab Tess
dengan suara yang tidak kalah jengkelnya. "Dia benar-benar sakit… dan saya
mau beli MUKJIZAT." "Maaf?" kata si apoteker, bingung. Tess menjawab,
"Namanya Andrew dan ada sesuatu yang tumbuh di dalam kepalanya, dan
Papa bilang bahwa hanya MUKJIZAT lah yang dapat menyelamatkannya
sekarang. Jadi berapa harganya MUKJIZAT disini?"

"Sori ya nak, kami tidak menjual MUKJIZAT disini," kata apoteker sambil tersenyum.
"Tolong Pak, saya punya uang disini... dan jika ini masih kurang saya akan cari lagi.
Katakan saja berapa harganya."

Kakak dari apoteker itu berpakaian rapi. Dia
membungkuk dan bertanya kepada Tess, "MUKJIZAT macam apa yang
dibutuhkan kakak kamu?" "Saya tidak tahu," sahut si kecil sambil mulai
menangis. "Saya hanya tahu bahwa dia sakit parah dan Mama bilang dia perlu
dioperasi. Tapi Papa saya ngga bisa bayar maka saya mau pakai uang saya
dulu."

"Kamu punya uang berapa disana?" tanya bapak dari Chicago. "Satu
dolar dan sebelas sen," suara Tess hampir tidak kedengaran. "Ini semua
yang saya punya... tapi saya bisa cari lagi jika perlu."

"Wah, kebetulan sekali!"
katanya tersenyum. "Satu dolar dan sebelas sen… persis harga sebuah
MUKJIZAT untuk anak kecil!" Dia mengambil uang Tess dan sambil
menggandengnya ia berkata kepadanya, "Bawa saya ke rumah kamu. Saya
mau lihat kakak kamu dan orang tua kamu. Kita lihat kalau saya punya
MUKJIZAT yang kamu cari."

Bapak itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang
ahli bedah yang berspesialisasi pembedahan urat syaraf. Operasi segera
dilakukan tanpa biaya sama sekali dan tidak lama kemudian Andrew bisa
pulang rumah dan sembuh.

Suatu malam Mama dan Papa sedang
membicarakan kejadian yang luar biasa itu. "Operasi itu," kata Mamanya,
"sungguh suatu MUKJIZAT! Aku tidak bisa membayangkan ongkosnya
seharusnya berapa ya?" Tess tersenyum sendiri. Dia tahu persis berapa
harga sebuah MUKJIZAT... satu dolar dan sebelas sen... plus IMAN seorang
anak kecil.

Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja… Kalau kalau saja
kita mempunyai iman seorang anak kecil… pasti mukjizat-mukjizat itu akan
menjadi sesuatu yang biasa di dalam hidup kita sehari-hari!

Ataukah mukjizat-mukjizat itu memang terjadi setiap saat di sekitar kita…
hanya kita yang terlalu "dewasa" sehingga tidak melihatnya!
Tuhan, tambahkanlah iman kami!

(P.Noel, SDB)
2/16/2006 9:23:14 AM

kembali ke daftar judul


kembali ke menu utama